This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Anies Baswedan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anies Baswedan. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 April 2017

Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV

Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV - Ketidakhadiran Anies Sandi dalam debat di Kompas TV tadi malem, berbuntut panjang. Prabowo Subianto dikabarkan ngamuk pada Eep Saefulloh Fatah dan Mardani Ali Sera dari PKS yang paling menahan agar Anies tidak hadir dalam debat Kompas TV tersebut. Hal ini terekam dalam pengantar Rosi dalam acara tadi malam di Kompas TV yang menyampaikan secara khusus terima kasih kepada Prabowo Subianto.
Ketum Prabowo Subianto Dan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan
Ketum Prabowo Subianto Dan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan
Alasan Anies tidak hadir ke debat Kompas TV menurut sumber Gerilyawan gara-gara Anies tampil mengecewakan di Mata Najwa Metro TV. Anies tampil emosional dan terlalu agresif serta tidak bisa menjelaskan programnya dengan baik. Di luar dugaan justeru Ahok tampil tenang dan melayani serangan-serangan Anies dengan luwes dan cerdas.

Setelah acara Mata Najwa pemberitaan media konvensional dan media sosial sangat buruk untuk citra Anies yang melahirkan citra Anies yang emosional, agresif dan retoris belaka. Survei di lapangan juga membuktikan dukungan pada Anies Sandi menurun gara-gara acara di Mata Najwa.

Sandiaga Uno dikabarkan ngamuk melihat perkembangan terakhir. Sandi merasa tidak dilibatkan sama sekali untuk acara Mata Najwa. Acara itu settingan Anies dan Eep. Sandi makin tersinggung setelah dikabarkan alasan ia tidak diajak dalam acara Mata Najwa karena dianggap tidak bisa tampil maksimal dan suka bikin “blunder” dalam debat yang bisa mengancam elektabilitas Anies Sandi.

Karena itu, Sandi ditinggalkan untuk acara Mata Najwa. Namun penampilan Anies yang buruk di Mata Najwa malah menurunkan elektabilitas Anies Sandi. sehingga membuat Sandi makin meradang. Dalam debat di Kompas TV, Sandiaga Uno sebenarnya ngotot mau datang. Sampai Minggu siang, dia masih memberikan konfirmasi akan datang, apalagi ditambah Prabowo Subianto yang ngamuk-ngamuk.

Namun Eep masih berusaha agar Anies-Sandi tetap tidak datang dengan mengajukan usul ke pihak Kompas TV agar mengubah format acara, dari debat ke talkshow bincang-bincang dan yang paling menjengkelkan pindah dari Ballroom Djakarta Theatre ke Studio Kompas TV. - Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV

Minggu, 19 Maret 2017

Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI

Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI - Di Jalan Fort Barat 104 Nomor 27, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut, Sabtu tanggal 18/3/2017, Anies memastikan bahwa semua ormas di Jakarta akan mendapat dana dari APBD DKI Jakarta. Mantap. Mendengar janji Anies itu, banyak yang langsung berencana membuat  ormas. Tentu saja banyak ormas akan bertarung dengan ribuan ormas lainnya yang juga ingin mendapatkan dana. Bisa dipastikan dana yang di peroleh kalah besar dengan dana yang didapat oleh FPI. Mengapa? Karena FPI adalah ormas pendukung berat Anies. FPI pasti dibedakan dan diistimewakan.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Jika Anies menang, maka Rizieq tidak perlu bersusah-payah demo. Pun GNPF MUI tidak lagi sulit mempertanggungjawabkan dana demo Rp 100 miliar seperti yang  sekarang diobok-obok oleh Bareskrim Polri. Toh dana itu kan hibah. Jadi dana yang diperoleh tidak perlu dipertanggungjawabkan alias suka-suka.

Membayangkan Habib Novel dengan jargon Fizza Hutnya. Energinya akan semakin membara karena tidak lagi memikirkan dana. Toh dana ormas akan terus mengucur deras dari program Anies. Sementara itu dana OK Oce dari proyek Sandi juga terus mengucur. Walaupun sudah mengeluh soal dana kampanye, toh janji OK Oce Sandi tetap diimpikan bak Kodok memimpikan burung gagak.

Jelas ormas di jaman Anies akan berpesta pora. Jika di jaman Ahok ormas sesak napas karena dana dihentikan, maka di era Anies, ormas akan bernafas buaya. Nafasnya panjang. Bisa dipastikan, Anies akan membuat dan mensubsidi sebanyak mungkin ormas agar dia kelak bisa lagi dipilih untuk periode kedua. Jadi bisa 10 tahun menjadi gubernur DKI Jakarta.

Nah, karena semua ormas mendapat bagian jatah, maka bisa dipastikan tidak ada  lagi ormas yang mendemo Anies di Jakarta. Jika ada mahasiswa yang tidak setuju dengan Anies, tinggal diminta membentuk ormas, dapat dana, lalu tutup mulut. Jika penyakit berlanjut, dana akan distop.

Maka ke depan berjubel ormas di DKI Jakarta dengan bosnya sendiri Anies. Apa yang dikatakan Anies sudah pasti dituruti oleh ormas-ormas itu. Ormas jelas akan mengikuti kemauan tuannya. Bisa jadi jika Anies ingin menembak Jokowi di istana, Anies tinggal pakai kode Pasopati (demo istana), Gatot Kaca (demo lawan politik), Kucing hitam (demo calon penantang).

Sementara itu warga Jakarta yang masih waras, tinggal gigit sepuluh jari.  Warga tinggal menyesali nasi yang sudah jadi bubur. Pajak yang dibayar tidak tepat sasaran dan menjadi bancakan ormas-ormas. Pajak dan uang negara yang dihimpun setengah mati dari pajak  akan dipakai untuk membangun manusia waras ala Anies. - Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI