This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label PilGub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PilGub. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir

Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan kesatria menerima hasil penghitungan cepat sementara yang menyatakan dia dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat, kalah dari pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dengan lapang dada, Ahok menyampaikan alasannya ikhlas menerima kekalahan di Pilkada DKI 2017. Dia menyatakan kekuasaan itu datangnya pasti dari Tuhan.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
"Saya adalah orang yang percaya kekuasaan itu datangnya dari Tuhan. Enggak ada seorang pun bisa lakukan apa tanpa seizin Tuhan. Jadi kalau sudah seizin Tuhan apa pun bisa terjadi. Saya orangnya legawa seperti itu," ujar Ahok di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 19 April 2017.

Ahok menyebut dirinya sangat percaya Tuhan telah menyiapkan posisi terbaik baginya, di mana pun itu. "Saya orangnya selalu bersyukur dengan segala posisi saya, makanya saya tahu Tuhan siapkan yang terbaik buat saya," ujar dia.

Ahok lantas menyampaikan beberapa program yang akan dipercepat sebelum dirinya meninggalkan Balai Kota pada Oktober 2017 nanti. Salah satunya adalah program pemberian sertifikat pada warga miskin di Jakarta. "Kita kan tinggal enam bulan, tentu kita harus kebut. Tentu kalau kemarin kita sambung sampai 2022 bisa lebih santai dikit. Kalau waktunya cuma enam bulan ini, kita harus cepat kerjanya," kata Ahok.

"Kita akan percepat soal pemetaan semua orang Jakarta rumahnya punya sertifikat, yang dua miliar enggak harus bayar BPHTB. Kalau di atas itu kalau enggak jual enggak usah bayar," ujar Ahok. Selain itu, Ahok juga akan memasukkan program bahan bangunan dalam e-katalog untuk mempermudah program bedah rumah warga miskin.

"Jadi nanti kalau kita punya pasukan merah pegawai lepas di dinas perumahan itu untuk memperbaiki rumah orang berapa genteng, semen berapa, pintu berapa kita harapkan dengan dasar ini bisa menyelesaikan perbaikan semua rumah kumuh yang ada di Jakarta," jelas Ahok. Program lain, program 2,5 kali apartemen untuk warga miskin akan dikebut. Ahok menyebut tidak mau ada warga miskin yang tinggal di perkampungan padat penduduk yang kumuh, sehingga kesehatan mereka tidak terjamin.

"Kita ingin selesaikan konsep 2,5 kali. Kampung yang terlalu padat dan kumuh kan penyakit banyak, TBC, diare, kita tawarkan 2,5 kali. Jadi apartemen yang dibangun 100 meter bisa dapat 250 meter atau tujuh unit. Ini sudah ada orang yang nawarin ke saya di Cengkareng 1 hektare," ujar Ahok.

Terakhir, Ahok akan memberi tambahan modal untuk Jakpro agar dapat menyelesaikan program Light Rail Transit (LRT) dari Velodrome hingga Dukuh Atas. - Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir

Jumat, 14 April 2017

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Kembali Diusir Usai Menunaikan Salat Jumat Di Masjid Jami' Al'Atiq

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Kembali Diusir Usai Menunaikan Salat Jumat Di Masjid Jami' Al'Atiq - Tindakan tak menyenangkan kembali dialami calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Usai menunaikan salat Jumat di Masjid Jami' Al'Atiq di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, sebagian jemaah meneriaki, menolak kehadiran mantan Wali Kota Blitar tersebut. Aksi ini terjadi saat Djarot hendak keluar masjid usai menunaikan salat Jumat. "Pergi, pergi," teriak beberapa jemaah. Beberapa warga lain memekikkan takbir. Menghadapi hal ini, Djarot tersenyum sambil berjalan santai keluar masjid.

Calon Wakin Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Calon Wakin Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Saat ditanya terkait peristiwa tersebut, Djarot mengatakan, sudah memaafkan sebagian warga yang memperlakukannya seperti itu. Ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, lantaran menurut dia penolakan itu masih tergolong masalah kecil. "Saya sejak dari dalam (masjid) pasti maafkan, enggak apa-apa, ini sih ringanlah, enggak begitu berat," kata Djarot usai Jumatan di Masjid Jami' Al'Atiq, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 14 April 2017.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu pun menegaskan, sudah tulus memaafkan tindakan mereka yang tidak menyukainya. "Bahkan yang lebih keras daripada itu pun saya maafkan kok ya, betul-betul saya maafkan dari dalam hati yang terdalam," ujar Djarot. Ia mengatakan, Islam mengajarkan untuk saling menyayangi, termasuk dengan orang yang berbeda agama. Apalagi, ia menambahkan, dirinya merupakan seorang Muslim.

Djarot mengharapkan, ke depan tidak ada lagi isu SARA yang dimunculkan menjelang pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, 19 April mendatang. Pengusiran Djarot Saiful Hidayat dari Masjid al-Atiq ini sangat mengejutkan semua pihak. Tindakan tersebut dianggap berlebihan, bahkan tidak sesuai dengan akhlak Islam.

"Saya memandang, pengusiran cawagub Djarot Saiful Hidayat merupakan tindakan yang sangat memalukan. Pasalnya, perlakuan tersebut tidak sesuai dengan akhlak Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," ujar Zuhairi Misrawi, intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), melalui keterangan resminya, Jumat 14 April.

Zuhairi menambahkan, dalam buku sejarah Islam diceritakan ketika Nabi Muhammad SAW menerima tamu Kristen Najran di Masjid Madinah. Perbedaan agama tidak menjadi halangan untuk tidak menghargai tamu yang sedang bertandang ke masjid Nabi.

"Ini kan cawagub Djarot seorang muslim taat, hendak melaksanakan salat Jumat. Ia kader NU tulen, dan berjasa bagi umat Islam di Jakarta. Kok bisa-bisanya diteriakin dan diusir dari masjid. Saya memandang, politisasi masjid sudah masuk dalam kategori meresahkan dan mengkhawatirkan," ujar lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini.

Untuk itu, lanjut Zuhairi, harus ada tindakan tegas terhadap pengurus Masjid Al Atiq, karena secara terang-terangan melakukan atau membiarkan kampanye di dalam masjid. Begitu halnya pihak-pihak lain yang menggunakan masjid sebagai tempat kampanye. "Kalau kita melihat aturan, jelas sekali ada larangan keras agar tidak menggunakan tempat ibadah, termasuk masjid sebagai tempat kampanye dan melakukan diskriminasi karena perbedaan sikap politik dalam pilkada. Jadi, Panwaslu harus mengambil tindakan tegas," tambah dia.

"Yang dikhawatirkan, jika tindakan pengusiran cawagub Djarot ini dibiarkan, maka radikalisme di Jakarta makin menguat. Kita tidak ingin Jakarta seperti Mesir di masa lampau, yang masjidnya dikuasai kaum radikal yang mudah ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu," pungkas Zuhairi. - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Kembali Diusir Usai Menunaikan Salat Jumat Di Masjid Jami' Al'Atiq

Senin, 03 April 2017

Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV

Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV - Ketidakhadiran Anies Sandi dalam debat di Kompas TV tadi malem, berbuntut panjang. Prabowo Subianto dikabarkan ngamuk pada Eep Saefulloh Fatah dan Mardani Ali Sera dari PKS yang paling menahan agar Anies tidak hadir dalam debat Kompas TV tersebut. Hal ini terekam dalam pengantar Rosi dalam acara tadi malam di Kompas TV yang menyampaikan secara khusus terima kasih kepada Prabowo Subianto.
Ketum Prabowo Subianto Dan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan
Ketum Prabowo Subianto Dan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan
Alasan Anies tidak hadir ke debat Kompas TV menurut sumber Gerilyawan gara-gara Anies tampil mengecewakan di Mata Najwa Metro TV. Anies tampil emosional dan terlalu agresif serta tidak bisa menjelaskan programnya dengan baik. Di luar dugaan justeru Ahok tampil tenang dan melayani serangan-serangan Anies dengan luwes dan cerdas.

Setelah acara Mata Najwa pemberitaan media konvensional dan media sosial sangat buruk untuk citra Anies yang melahirkan citra Anies yang emosional, agresif dan retoris belaka. Survei di lapangan juga membuktikan dukungan pada Anies Sandi menurun gara-gara acara di Mata Najwa.

Sandiaga Uno dikabarkan ngamuk melihat perkembangan terakhir. Sandi merasa tidak dilibatkan sama sekali untuk acara Mata Najwa. Acara itu settingan Anies dan Eep. Sandi makin tersinggung setelah dikabarkan alasan ia tidak diajak dalam acara Mata Najwa karena dianggap tidak bisa tampil maksimal dan suka bikin “blunder” dalam debat yang bisa mengancam elektabilitas Anies Sandi.

Karena itu, Sandi ditinggalkan untuk acara Mata Najwa. Namun penampilan Anies yang buruk di Mata Najwa malah menurunkan elektabilitas Anies Sandi. sehingga membuat Sandi makin meradang. Dalam debat di Kompas TV, Sandiaga Uno sebenarnya ngotot mau datang. Sampai Minggu siang, dia masih memberikan konfirmasi akan datang, apalagi ditambah Prabowo Subianto yang ngamuk-ngamuk.

Namun Eep masih berusaha agar Anies-Sandi tetap tidak datang dengan mengajukan usul ke pihak Kompas TV agar mengubah format acara, dari debat ke talkshow bincang-bincang dan yang paling menjengkelkan pindah dari Ballroom Djakarta Theatre ke Studio Kompas TV. - Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV

Minggu, 19 Maret 2017

Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI

Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI - Di Jalan Fort Barat 104 Nomor 27, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut, Sabtu tanggal 18/3/2017, Anies memastikan bahwa semua ormas di Jakarta akan mendapat dana dari APBD DKI Jakarta. Mantap. Mendengar janji Anies itu, banyak yang langsung berencana membuat  ormas. Tentu saja banyak ormas akan bertarung dengan ribuan ormas lainnya yang juga ingin mendapatkan dana. Bisa dipastikan dana yang di peroleh kalah besar dengan dana yang didapat oleh FPI. Mengapa? Karena FPI adalah ormas pendukung berat Anies. FPI pasti dibedakan dan diistimewakan.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Jika Anies menang, maka Rizieq tidak perlu bersusah-payah demo. Pun GNPF MUI tidak lagi sulit mempertanggungjawabkan dana demo Rp 100 miliar seperti yang  sekarang diobok-obok oleh Bareskrim Polri. Toh dana itu kan hibah. Jadi dana yang diperoleh tidak perlu dipertanggungjawabkan alias suka-suka.

Membayangkan Habib Novel dengan jargon Fizza Hutnya. Energinya akan semakin membara karena tidak lagi memikirkan dana. Toh dana ormas akan terus mengucur deras dari program Anies. Sementara itu dana OK Oce dari proyek Sandi juga terus mengucur. Walaupun sudah mengeluh soal dana kampanye, toh janji OK Oce Sandi tetap diimpikan bak Kodok memimpikan burung gagak.

Jelas ormas di jaman Anies akan berpesta pora. Jika di jaman Ahok ormas sesak napas karena dana dihentikan, maka di era Anies, ormas akan bernafas buaya. Nafasnya panjang. Bisa dipastikan, Anies akan membuat dan mensubsidi sebanyak mungkin ormas agar dia kelak bisa lagi dipilih untuk periode kedua. Jadi bisa 10 tahun menjadi gubernur DKI Jakarta.

Nah, karena semua ormas mendapat bagian jatah, maka bisa dipastikan tidak ada  lagi ormas yang mendemo Anies di Jakarta. Jika ada mahasiswa yang tidak setuju dengan Anies, tinggal diminta membentuk ormas, dapat dana, lalu tutup mulut. Jika penyakit berlanjut, dana akan distop.

Maka ke depan berjubel ormas di DKI Jakarta dengan bosnya sendiri Anies. Apa yang dikatakan Anies sudah pasti dituruti oleh ormas-ormas itu. Ormas jelas akan mengikuti kemauan tuannya. Bisa jadi jika Anies ingin menembak Jokowi di istana, Anies tinggal pakai kode Pasopati (demo istana), Gatot Kaca (demo lawan politik), Kucing hitam (demo calon penantang).

Sementara itu warga Jakarta yang masih waras, tinggal gigit sepuluh jari.  Warga tinggal menyesali nasi yang sudah jadi bubur. Pajak yang dibayar tidak tepat sasaran dan menjadi bancakan ormas-ormas. Pajak dan uang negara yang dihimpun setengah mati dari pajak  akan dipakai untuk membangun manusia waras ala Anies. - Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI

Senin, 13 Februari 2017

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta secara resmi telah menerima laporan dana kampanye dari ketiga pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta periode 2017-2022. Dari data diperoleh, tercatat ketiga pasangan calon masing-masing menerima dana sumbangan kampanye di atas Rp 60 Miliar.

Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Berdasarkan penelusuran merdeka.com, terdapat banyak fakta menarik dari laporan ketiga pasangan calon tersebut. Untuk kampanye, Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni mengeluarkan dana sebesar Rp 68.953.462.051, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat menghabiskan dana sebesar Rp 53.696.961.113 dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno menghabiskan dana sebesar Rp 64.719.656.703.

Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan dana kampanye sebesar Rp 65,2 miliar. Keduanya menghabiskan Rp 64,7 miliar selama penyelenggaraan Pilgub DKI Jakarta 2017. Mayoritas dana atau 98 persen berasal dari pribadi Sandiaga Uno sebesar Rp 62,8 M. Sementara Anies Rp 400 juta. Gabungan Partai Politik sebesar 2 persen Rp 1,1 M dan sumbangan 1 persen atau Rp 0,9 M.

Total pengeluaran untuk kampanye Anies-Sandiaga selama 4 bulan sebanyak Rp 64,7 miliar. Biaya yang paling besar adalah untuk penyebaran bahan kampanye Rp 19,2 miliar atau 30 persen dari total anggaran. Rincian pengeluaran paling besar untuk bahan kampanye adalah pembuatan kaos. Anies-Sandi mengeluarkan Rp 15 Miliar lebih untuk membuat kaos kampanye.

Pengeluaran lainnya adalah untuk kegiatan yang tidak melanggar Rp 19 miliar, pertemuan tatap muka Rp 11,7 miliar, rapat umum Rp 6,5 miliar lain-lain pengeluaran operasi Rp 2,9 miliar. Selain itu pertemuan terbatas memakan biaya Rp 2,3 miliar, pembelian peralatan Rp 1,3 miliar, pembuatan iklan media Rp 615 juta dan alat peraga Rp 426 juta.

Sementara itu, Bendahara Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Charles Honoris memastikan dana kampanye sebesar Rp 60,1 miliar tidak ada sumbangan dari partai pengusung. Charles mengatakan dana kegiatan kampanye yang dilakukan partai pengusung bersifat internal dan tidak terkait dengan kegiatan tim pemenangan.

"Ya kalau pun partai melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan tentunya itu kegiatan partai ya. Karena partai tidak disetor ke kami," kata Charles di Rumah Pemenangan, Jalan Borobudur Nomor 18, Jakarta, Minggu.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, dana yang telah dihimpun tersebut belum habis digunakan untuk kampanye. Rencananya, dana lebih tersebut akan ditransfer ke rekening negara. "Mungkin kita akan berikan Rp 4 miliar lebih ke kas negara," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Tercatat, total sumbangan dana yang diterima pasangan Agus-Sylvi mencapai Rp 68 Miliar lebih. Dari dana kampanye tersebut, dana yang tersisa sekitar Rp 15 jutaan.

"Kita menyerahkan laporan jumlah sumbangan dan pengeluaran. Total sumbangan yang kita terima itu Rp 68 miliar dan pengeluaran Rp 68 miliar. Saldo yang ada itu di rekening bank itu Rp 1 juta dan cash Rp 14 jutaan lah sisanya," terang bendahara umum tim pemenangan Agus-Sylvi, Gatot Suwondo, saat berada di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat.

Gatot menambahkan, kontribusi terbesar bagi dana kampanye Agus-Sylvi berasal dari sumbangan kelompok masyarakat. Kelompok misalnya ada kelompok pasar, pedagang, dan asosiasi. Sedangkan sisanya didapat dari sumbangan perorangan.

"Sumbangan yang diterima itu Paslon Agus-Sylvi itu total menyumbangkan Rp 430 juta. Dari DPD partai pendukung itu masing-masing Rp 350 juta sehingga totalnya Rp 3 miliar. Terus dari individu sebanyak 43 orang jumlahnya Rp 6,6 miliar," kata Gatot.

Dia menuturkan, yang paling banyak memang dari kelompok. Ada 109 kelompok dengan total jumlah Rp 52,5 miliar dan 13 badan usaha sebanyak Rp 6,3 miliar. Jadi 76 persen sumbangan dari kelompok. - Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Rabu, 05 Oktober 2016

Muncul Nya Sejumlah Nama Artis Yang Menjadi Tim Sukses Di Pilgub DKI Jakarta 2017

Muncul Nya Sejumlah Nama Artis Yang Menjadi Tim Sukses Di Pilgub DKI Jakarta 2017 - Salah satu partai pengusung bakal calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono dan bakal calon wakil gubernur Sylviana Murni di Pilgub DKI adalah PAN. PAN pun telah menyiapkan berbagai macam strategi untuk memenangkan Agus dan Sylviana. Demi mengalahkan Ahok-Sylviana di pilgub mendatang, Partai Demokrat beserta partai koalisi nya mengupayakan segara cara, termasuk menunjuk beberapa anggota mereka yang merupakan mantan artis untuk menjadi tim sukses dari pasangan yang mereka usung di pilgub DKI Jakarta.

Sophia Latjuba Yang Menjadi Jubir Untuk Pasangan Ahok-Djarot
Sophia Latjuba Yang Menjadi Jubir Untuk Pasangan Ahok-Djarot

Salah satunya soal juru bicara tim pemenangan Agus dan Sylvi adalah kader dari PAN yang juga merupakan mantan artis ternama Anang Hermansyah. Bila tim pemenangan Ahok-Djarot menunjuk aktris Sophia Latjuba sebagai jubir, PAN pun menunjuk anggota DPR sekaligus penyanyi dan pencipta lagu Anang Hermansyah sebagai jubir dari PAN. Di tunjuk nya Anang di harapkan bisa mendongkrak dukungan untuk Agus-Sylviana nanti nya.

Di antaranya memang ada masing-masing dari partai politik, berbicara PAN tentu ada jurkamnas kita, ada ketum kita, ada saya sendiri, ada juga anggota fraksi PAN," kata Sekjen PAN Edy Suparno usai acara Rapat Konsolidasi Pemenangan Agus-Sylvi di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati Raya, Jakarta.

Edy pun menjelaskan, nantinya tim pemenangan akan mengincar para pemilih muda dan juga ibu-ibu dalam Pilgub DKI ini. Selain itu, beberapa organisasi masyarakat pun turut diincar untuk mendukung Agus dan Sylvi.

Seluruh warga masyarakat, pemilih, memang pemuda merupakan salah satu target ya, begitu juga para warga. Tetapi memang kita punya pemilih yang berasal dukungan dari parpol, misalnya PKB. Pemilih NU, lalu PAN ada Muhamadiyah, difokuskan untuk digarap untuk mensukseskan dan memenangkan Agus-Sylviana.

Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) sebagai pengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni menyiapkan Annisa Pohan yang juga memiliki latar belakang aktris. Selain itu Annisa Pohan juga istri dari Agus. Hinca pun mengatakan pasangan Agus-Sylviana menyasar kalangan muda, kaum perempuan, dan pemilih pemula. Alasannya adalah karena dari 3 pasangan di Pilgub DKI, hanya cawagub Sylvi yang merupakan perempuan. - Muncul Nya Sejumlah Nama Artis Yang Menjadi Tim Sukses Di Pilgub DKI Jakarta 2017

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat

Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul datang ke posko tim pemenang kandidat calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), padahal Ruhut baru saja di copot dari jabatan nya sebagai koordinator juru bicara Partai Demokrat. Dengan kedatangan Ruhut ke posko tim pemenang Ahok memunculkan banyak isu-isu tak sedap, terdengar kabar angin bahwa ini sebagai bentuk perlawanan Ruhut kepada Demokrat karena telah menonaktifkan diri nya sebagai juru bicara dari Partai Demokrat.

Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul
Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul

Kedatangan Ruhut ke posko pemenang Ahok juga tanpa memiliki ijin dari partai Demokrat dan diri nya mengaku tidak takut menerima sangsi pencopotan langsung dari partai nya hanya karena diri nya mendukung Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Sejak di nonaktifkan sebagai koordinator juru bicara, Ruhut sudah tidak peduli lagi akan sanksi-sanksi yang akan di terimanya terkait dengan sikap pribadi nya untuk terus maju mendukung Ahok dan apabila di perkenankan Ruhut juga siap bergabung untuk menjadi tim sukses Ahok nanti nya.

Ruhut menjelaskan kedatangan dirinya ke posko pemenang Ahok di karena kan adanya undangan untuk dirinya agar datang ke posko tersebut, Ruhut merasa harus memenuhi undangan tersebut untuk menghadiri nya. Hingga saat ini, Ketua Umum Partai Demokrat masih belum mengeluarkan pernyataan maupun keputusan terkait tindakan pribadi yang di lakukan oleh Ruhut untuk mendukung Ahok di PilGub nanti nya.

Dia juga berujar dan meyakinkannya menang di kontestasi politik biasanya bakalan benar-benar menang, meski kadang keyakinannya berbeda dengan partai Demokrat. Dia juga mencontohkan saat dia maju untuk mendukung Jokowi untuk menjadi presiden, dan ternyata memang Jokowi benar-benar menang dalam Pilpres 2014 yang lalu. Namun sikapnya kali ini untuk mendukung Ahok menjadi Gubernur merupakan sikap pribadi nya dan bukan merupakan sikap dari Partai Demokrat.

 Ruhut sendiri mengaku belum mengetahui bahwa Partai Demokrat akan mendukung siapa di Pilgub DKI 2017 nanti nya. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah di tanyainya soal siapa yang akan di dukung oleh Demokrat, namun SBY hanya menyuruh Ruhut untuk bersabar karena Demokrat belum bisa memutuskan secara pasti siapa calon yang akan di dukung nanti. - Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat

Minggu, 14 Agustus 2016

Lieus Sungkharisma Menyatakan Posisi Ahok Sudah Di Ujung Tanduk

Lieus Sungkharisma Menyatakan Posisi Ahok Sudah Di Ujung Tanduk - Koordinator Komunitas Tionghua Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma mengatakan bahwa posisi Ahok untuk maju dalam Pilgub 2017 nanti sudah berada dalam situasi yang memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari batal nya Ahok untuk maju sebagai cagub dan wagub melalui jalur perorangan atau jalur independent. Menurut Leus, Ahok yang sebelum nya berkoar-koar dan di gadang-gadang akan maju lewat jalur independent setelah mendapatkan 1 juta KTP tersebut ternyata hanya isapan jempol belaka.

Koordinator Komunitas Tionghua Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma
Koordinator Komunitas Tionghua Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma

Dia menduga bahwa Ahok sudah merasa takut kalah dalam Pilgub 2017 nanti apabila maju melalui jalur perorangan, oleh karena itu Ahok langsung melakukan manuver untuk maju melalui jalur partai. Menurut Lieus banyak nya dugaan KTP palsu yang di kumpulkan oleh Teman Ahok menjadi salah satu pemicu Ahok tidak mau maju lewat jalur perorangan seperti yang sudah di rencana kan sebelum nya bersama Teman Ahok. Lieus menilai bahwa Ahok hanya mencari alasan-alasan saja untuk meninggalkan Teman Ahok yang telah berjuang menggumpulkan KTP untuk Ahok.

Tindakan manuver yang dilakukan oleh Ahok membuat Lieus merasa sedih karena Ahok di nilai sangat tidak menghargai kerja keras Teman Ahok yang menggumpulkan KTP untuk Ahok agar bisa maju melalui jalur independent. Dari hal tersebut dapat di lihat bahwa Ahok sangat tidak memiliki konsisten dalam pengambilan keputusan untuk maju dalam pemilihan Gubernur yang akan datang.
Ahok di nilai tidak ingin mengambil resiko kalah dalam pertarungan Pilgub nanti nya lewat jalur perorangan.

Oleh karena itu Ahok langsung beralih maju lewat jalur partai. Adapun saat ini sudah ada beberapa parpol yang bersedia untuk mendukung Ahok untuk maju dalam pilgub nanti yaitu Golkar, Nasdem, dan partai Hanura. Namun baru-baru ini juga di kabarkan bahwa partai PDI-P sudah menyatakan bahwa mereka sedang bersiap-siap juga untuk mendukung Ahok maju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 nanti.

Lieus menilai bahwa semua yang di lakukan oleh Ahok untuk maju lewat parpol karena posisi Ahok kian terancam untuk menang kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta periode ke dua. Lieus juga menyatakan bahwa diri nya akan tetap terus melakukan segala upaya agar Ahok kalah dalam pemilihan Gubernur nanti nya. - Lieus Sungkharisma Menyatakan Posisi Ahok Sudah Di Ujung Tanduk