This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Cagub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cagub. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Februari 2017

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta secara resmi telah menerima laporan dana kampanye dari ketiga pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta periode 2017-2022. Dari data diperoleh, tercatat ketiga pasangan calon masing-masing menerima dana sumbangan kampanye di atas Rp 60 Miliar.

Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Berdasarkan penelusuran merdeka.com, terdapat banyak fakta menarik dari laporan ketiga pasangan calon tersebut. Untuk kampanye, Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni mengeluarkan dana sebesar Rp 68.953.462.051, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat menghabiskan dana sebesar Rp 53.696.961.113 dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno menghabiskan dana sebesar Rp 64.719.656.703.

Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan dana kampanye sebesar Rp 65,2 miliar. Keduanya menghabiskan Rp 64,7 miliar selama penyelenggaraan Pilgub DKI Jakarta 2017. Mayoritas dana atau 98 persen berasal dari pribadi Sandiaga Uno sebesar Rp 62,8 M. Sementara Anies Rp 400 juta. Gabungan Partai Politik sebesar 2 persen Rp 1,1 M dan sumbangan 1 persen atau Rp 0,9 M.

Total pengeluaran untuk kampanye Anies-Sandiaga selama 4 bulan sebanyak Rp 64,7 miliar. Biaya yang paling besar adalah untuk penyebaran bahan kampanye Rp 19,2 miliar atau 30 persen dari total anggaran. Rincian pengeluaran paling besar untuk bahan kampanye adalah pembuatan kaos. Anies-Sandi mengeluarkan Rp 15 Miliar lebih untuk membuat kaos kampanye.

Pengeluaran lainnya adalah untuk kegiatan yang tidak melanggar Rp 19 miliar, pertemuan tatap muka Rp 11,7 miliar, rapat umum Rp 6,5 miliar lain-lain pengeluaran operasi Rp 2,9 miliar. Selain itu pertemuan terbatas memakan biaya Rp 2,3 miliar, pembelian peralatan Rp 1,3 miliar, pembuatan iklan media Rp 615 juta dan alat peraga Rp 426 juta.

Sementara itu, Bendahara Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Charles Honoris memastikan dana kampanye sebesar Rp 60,1 miliar tidak ada sumbangan dari partai pengusung. Charles mengatakan dana kegiatan kampanye yang dilakukan partai pengusung bersifat internal dan tidak terkait dengan kegiatan tim pemenangan.

"Ya kalau pun partai melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan tentunya itu kegiatan partai ya. Karena partai tidak disetor ke kami," kata Charles di Rumah Pemenangan, Jalan Borobudur Nomor 18, Jakarta, Minggu.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, dana yang telah dihimpun tersebut belum habis digunakan untuk kampanye. Rencananya, dana lebih tersebut akan ditransfer ke rekening negara. "Mungkin kita akan berikan Rp 4 miliar lebih ke kas negara," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Tercatat, total sumbangan dana yang diterima pasangan Agus-Sylvi mencapai Rp 68 Miliar lebih. Dari dana kampanye tersebut, dana yang tersisa sekitar Rp 15 jutaan.

"Kita menyerahkan laporan jumlah sumbangan dan pengeluaran. Total sumbangan yang kita terima itu Rp 68 miliar dan pengeluaran Rp 68 miliar. Saldo yang ada itu di rekening bank itu Rp 1 juta dan cash Rp 14 jutaan lah sisanya," terang bendahara umum tim pemenangan Agus-Sylvi, Gatot Suwondo, saat berada di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat.

Gatot menambahkan, kontribusi terbesar bagi dana kampanye Agus-Sylvi berasal dari sumbangan kelompok masyarakat. Kelompok misalnya ada kelompok pasar, pedagang, dan asosiasi. Sedangkan sisanya didapat dari sumbangan perorangan.

"Sumbangan yang diterima itu Paslon Agus-Sylvi itu total menyumbangkan Rp 430 juta. Dari DPD partai pendukung itu masing-masing Rp 350 juta sehingga totalnya Rp 3 miliar. Terus dari individu sebanyak 43 orang jumlahnya Rp 6,6 miliar," kata Gatot.

Dia menuturkan, yang paling banyak memang dari kelompok. Ada 109 kelompok dengan total jumlah Rp 52,5 miliar dan 13 badan usaha sebanyak Rp 6,3 miliar. Jadi 76 persen sumbangan dari kelompok. - Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Rabu, 28 September 2016

Merasa Kecewa, Wanita Emas Menyebut Demokrat Sebagai Partai Dinasti

Merasa Kecewa, Wanita Emas Menyebut Demokrat Sebagai Partai Dinasti - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein alias si Wanita Emas merasa kecewa dengan Partai Demokrat yang telah menetapkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebagai bakal cagub dan cawagub untuk pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Kekecewaan Hasnaeni di sebabkan lantaran dirinya selalu di kaitkan dengan Demokrat dan diri nya merupakan calon kuat dari Demokrat sebelum terpilih nya Agus-Sylviana sebagai bakal calon Gubernur.

Hasnaeni Moein alias si Wanita Emas
Hasnaeni Moein alias si Wanita Emas
Sangking kesal nya, Hasnaeni pun dengan tegas mengatakan bahwa Partai Demokrat yang di besut oleh Susilo Bambang Yudhoyono itu sebagai Partai Dinasti. Hasnaeni merasa kecewa dengan petinggi dari partai Demokrat yang mengabaikan diri nya begitu saja. Diri nya merasa peran dan andil yang di berikan diri nya tidak di pandang oleh Demokrat sehingga petinggi partai Demokrat sengaja memilih Agus sebagai bakal calon Gubernur lantaran ia adalah anak dari Ketua Umum Partai Demokrat.

Namun banyak pihak yang menilai bahwa terpilih nya Agus-Sylviana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta karena dinilai lebih memiliki ekstabilitas yang lebih tinggi di bandingkan dengan Hasnaeni. Oleh karena itu terpilih nya Agus-Sylviana merupakan pilihan yang tepat untuk ikut bersaingan dengan Ahok-Djarot dalam pilkada DKI Jakarta 2017. Kini setelah perjuangan merebut tahta DKI 1 kandas, tidak membuat Wanita Emas ini langsung putus asa dan diri nya berencana untuk mendirikan partai sendiri.

Niat Hasnaeni dalam mendirikan partai baru merupakan keinginan diri nya untuk bisa ikut andil dalam mengawasi dan membangun Indonesia. Nama partai yang akan di buat juga tidak jauh dari nama nya sendiri yakni Partai Emas. Hasnaeni menjelaskan visi dan misi dari partai yang akan didirikan nya yakni mengeluarkan bangsa Indonesia dari kemiskinan dan mensejahterahkan kehidupan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Namun rencana untuk mendirikan partai tersebut tampak nya tidak akan semudah membalikan telapak tangan. Hal tersebut di karena kan pamor dari Wanita Emas sendiri masih kalah di bandingkan dari calon Gubernur yang akan maju dalam pilkada DKI Jakarta nanti. Masyarakat hanya menantikan dan melihat apakah hal tersebut akan terjadi atau hanya sebatas rencana saja. - Merasa Kecewa, Wanita Emas Menyebut Demokrat Sebagai Partai Dinasti

Minggu, 19 Juni 2016

Masyarakat Jakarta Kini Menanti Janji Habiburokhman Untuk Lompat Dari Monas

Masyarakat Jakarta Kini Menanti Janji Habiburokhman Untuk Lompat Dari Monas - Ketua DPP Gerindra Habiburokhman kini menjadi populer setelah menebarkan janji untuk terjun dari monas apabila Teman Ahok berhasil menggumpulkan KTP agar Ahok bisa maju lewat jalur independen. Kini masyarakat menanti janji dari Habiburokhman untuk lompat dari monas karena KTP untuk Ahok Agen Poker telah berhasil di kumpulkan oleh para relawan dari Teman Ahok. Tepat hari ini, jumlah KTP yang terkumpul sudah mencapai Hingga 1juta KTP.

Ketua DPP Gerindra Habiburokhman
Ketua DPP Gerindra Habiburokhman

Sebelum nya, Habiburokhman sangat yakin dan percaya bahwa apa yang di lakukan oleh para relawan dalam pengumpulan KTP untuk Ahok hanyalah omong kosong belaka. Bukan nya itu, Habiburokhman bahkan berjanji akan melompat dari tugu monas apabila para relawan berhasil memenuhi Agen Domino syarat pengumpulan KTP untuk maju melalui jalur independen melalui akun twitter milik nya. Diketahui bahwa salah satu syarat untuk calon yang akan maju melalui jalur independen memerlukan sedikit nya 525ribu KTP.

Terkumpul nya 1 juta KTP ini tidak lain karena kerja keras dari relawan Teman Ahok dan para masyarakat khusus nya Ibukota Jakarta yang ingin melihat Ahok bisa kembali memimpin Jakarta agar dapat tercipta nya Jakarta yang lebih baik lagi kedepan nya. Hal ini di karena kan masyarakat menyadari kinerja Ahok yang sangat bagus untuk merubah jakarta, tidak hanya itu banyak masyarakat Jakarta kini dapat menikmati fasilitas umum yang di berikan oleh pemprov DKI secara gratis di Jakarta.

Banyak kalangan menilai bahwa jani dari Habiburokhman itu hanya sekedar kata-kata yang tidak dapat di percaya, ini terbukti bahwa sudah banyak orang-orang yang memberikan janji untuk ini dan itu namun saat terbukti tidak ada satu pun dari mereka yang berani melakukan apa yang telah di janjikan nya.BandarQ Status yang pernah di lontar kan melalui akun twitter Habiburokman kini menjari ramai cibiran dan desakan agar Habiburokhman melaksanakan sesuai yang di janjikan nya.

Ini semua di lakukan masyarakat agar tidak ada lagi orang yang sombong dengan janji-janji nya. Masyarakat juga tidak ingin hal yang memalukan seperti yang di lontarkan oleh orang seperti Habiburokhman itu kembali terulang oleh orang lain di kemudian hari nya. Kini akan kah janji yang telah di ucapkan akan di laksanakan oleh sang politikus? . - Masyarakat Jakarta Kini Menanti Janji Habiburokman Untuk Lompat Dari Monas

Sabtu, 09 April 2016

Tak Di Dukung Partai PPP Haji Lulung Malah Di Pecat Dari Partai PPP

Tak Di Dukung Partai PPP Haji Lulung Malah Di Pecat Dari Partai PPP - Wakil ketua DPRD DKI, Abraham Haji Lulung telah di pecat oleh PPP dari jabatan nya sebagai ketua pimpinan wilayah DKI. Pemecatan dilakukan setelah terpilihnya ketua PPP yang baru. Romahurmuzy yang menjadi ketua umum PPP yang baru langsung memecat Haji Lulung dari jabatan nya dan mengeluarkan nya dari partai PPP karena di anggap telah banyak melanggar peraturan dari PPP.

Lulung bersama para relawan nya
Lulung bersama para relawan nya

Lulung yang di kenal sebagai tokoh dari Tanah Abang ini di gantikan oleh Joko Krismiyanto, yang sebelum nya adalah wakil nya Lulung di PPP Jakarta. Sebelum nya Lulung sangat percaya diri bahwa partai nya akan mengusung diri nya Agen Poker untuk maju di PilGub 2017 mendatang, namun hal tersebut mungkin akan mustahil terjadi karena dia telah di pecat dari partai nya sendiri.

Dari partai PPP sendiri akan mendukung Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon gubernur, dukungan kepada Agen Domino Yusril ini mengalir setelah terjadi pemecatan kepada Haji Lulung yang sebelum nya menjadi kandidat kuat untuk maju sebagai calon gubernur dari partai PPP. Relawan Suka Haji Lulung juga menjadi kebinggungan lantaran orang yang di dukung kini telah di pecat dari partai nya sendiri.

Kini pendukung Haji Lulung yang berasal dari relawan Suka Haji Lulung tidak tahu langkah selanjut nya yang akan di ambil oleh Lulung. BandarQ Penggumpulan KTP untuk maju lewat jalur independen pun tidak bisa di lakukan karena Lulung tetap bersikeras untuk maju melalui jalur partai. Hal ini lah yang kini membuat para relawan Lulung menjadi risau.

Sebenarnya pemecatan Abraham Haji Lulung telah di prediksi oleh banyak kalangan lantaran banyak nya pelanggaran yang di lakukan oleh Lulung. Namum hal itu sebelum nya selalu di tepis oleh Lulung dan mengatakan bahwa partai nya mendukung penuh diri nya serta yakin bisa mengalahkan Ahok di PilGub 2017 mendatang. - Tak Di Dukung Partai PPP Haji Lulung Malah Di Pecat Dari Partai PPP

Jumat, 08 April 2016

Yusril Ihza Mahendra Mendaftarkan Diri Ke PDIP Perjuangan Untuk Menjadi Calon Gubernur DKI

Yusril Ihza Mahendra Mendaftarkan Diri Ke PDIP Perjuangan Untuk Menjadi Calon Gubernur DKI - Yusril merupakan Ketua Umum dari Partai Bulan Bintang (PBB), namun dia mendaftar kan diri nya ke PDIP Perjuangan untuk menjadikan diri nya calon Gubernur DKI jakarta nanti. Menurut diri nya PDIP Perjuangan bakal mendukung diri nya Agen Poker karena dia memiliki banyak kelebihan yang lebih baik untuk mengubah Jakarta dari pada Gubernur sekarang (AHOK). Bukan hanya PDIP Perjuangan saja yang menjadi tempat untuk Yursil mendaftar, namun dia juga mendaftarkan diri nya ke beberapa Parpol juga.

Yusril Ihza Mahendra Saat Wawancara
Yusril Ihza Mahendra Saat Wawancara 

Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra kini bergerilya dari satu partai ke partai lainnya yang membuka pendaftaran sebagai cagub DKI. Secara aktif, dia mendaftar agar bisa masuk bursa cagub dari partai-partai itu. Demi untuk mewujudkan ambisi nya untuk menjegal AHOK di PilGub nanti, Yusril juga tidak segan-segan menggunakan cara yang picik dengan menerbar isu ke masyarakat.

Adapun dari partai Gerindra yang sebelum nya Agen Domino telah memberikan formuliar pendaftaran cagub kini telah di kembalikan oleh Yusril karena di anggap masih partai Gerindra masih belum sepenuh hati mendukung diri nya untuk maju pada pemilihan Gubernur DKI nanti. Yusril yang melihat peluang diri nya di PDIP kemudian menjadi orang pertama yang mengambil formulir pendaftaran dari partai PDIP. Video wawancara Yusril

Akibat nya kini Yusril mendapat kecaman dari Partai Bulan Bintang sendiri karena merasa telah di hianati oleh Yursil Ihza Mahendra karena telah mendaftarkan diri nya untuk menjadi calon Gubernur bukan dari partai nya sendiri. BandarQ Kini Yusril tengah mencoba untuk mendekati PDIP perjuangan agar diri nya bisa mendapatkan dukungan dari partai tersebut.

Namun, Yusril sendiri menganggap bahwa langkahnya mendaftar untuk ikut penjaringan calon gubernur bersama PDI-P tersebut bukan suatu masalah. Dia beralasan bahwa hal tersebut sebelum nya juga pernah di lakukan oleh SBY - Kalla saat mereka maju sebagai calon presiden dan wakil presiden di pemilu 2004. - Yusril Ihza Mahendra Mendaftarkan Diri Ke PDIP Perjuangan Untuk Menjadi Calon Gubernur DKI