This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DKI Jakarta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 April 2017

Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir

Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan kesatria menerima hasil penghitungan cepat sementara yang menyatakan dia dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat, kalah dari pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dengan lapang dada, Ahok menyampaikan alasannya ikhlas menerima kekalahan di Pilkada DKI 2017. Dia menyatakan kekuasaan itu datangnya pasti dari Tuhan.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
"Saya adalah orang yang percaya kekuasaan itu datangnya dari Tuhan. Enggak ada seorang pun bisa lakukan apa tanpa seizin Tuhan. Jadi kalau sudah seizin Tuhan apa pun bisa terjadi. Saya orangnya legawa seperti itu," ujar Ahok di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 19 April 2017.

Ahok menyebut dirinya sangat percaya Tuhan telah menyiapkan posisi terbaik baginya, di mana pun itu. "Saya orangnya selalu bersyukur dengan segala posisi saya, makanya saya tahu Tuhan siapkan yang terbaik buat saya," ujar dia.

Ahok lantas menyampaikan beberapa program yang akan dipercepat sebelum dirinya meninggalkan Balai Kota pada Oktober 2017 nanti. Salah satunya adalah program pemberian sertifikat pada warga miskin di Jakarta. "Kita kan tinggal enam bulan, tentu kita harus kebut. Tentu kalau kemarin kita sambung sampai 2022 bisa lebih santai dikit. Kalau waktunya cuma enam bulan ini, kita harus cepat kerjanya," kata Ahok.

"Kita akan percepat soal pemetaan semua orang Jakarta rumahnya punya sertifikat, yang dua miliar enggak harus bayar BPHTB. Kalau di atas itu kalau enggak jual enggak usah bayar," ujar Ahok. Selain itu, Ahok juga akan memasukkan program bahan bangunan dalam e-katalog untuk mempermudah program bedah rumah warga miskin.

"Jadi nanti kalau kita punya pasukan merah pegawai lepas di dinas perumahan itu untuk memperbaiki rumah orang berapa genteng, semen berapa, pintu berapa kita harapkan dengan dasar ini bisa menyelesaikan perbaikan semua rumah kumuh yang ada di Jakarta," jelas Ahok. Program lain, program 2,5 kali apartemen untuk warga miskin akan dikebut. Ahok menyebut tidak mau ada warga miskin yang tinggal di perkampungan padat penduduk yang kumuh, sehingga kesehatan mereka tidak terjamin.

"Kita ingin selesaikan konsep 2,5 kali. Kampung yang terlalu padat dan kumuh kan penyakit banyak, TBC, diare, kita tawarkan 2,5 kali. Jadi apartemen yang dibangun 100 meter bisa dapat 250 meter atau tujuh unit. Ini sudah ada orang yang nawarin ke saya di Cengkareng 1 hektare," ujar Ahok.

Terakhir, Ahok akan memberi tambahan modal untuk Jakpro agar dapat menyelesaikan program Light Rail Transit (LRT) dari Velodrome hingga Dukuh Atas. - Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir

Senin, 03 April 2017

Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV

Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV - Ketidakhadiran Anies Sandi dalam debat di Kompas TV tadi malem, berbuntut panjang. Prabowo Subianto dikabarkan ngamuk pada Eep Saefulloh Fatah dan Mardani Ali Sera dari PKS yang paling menahan agar Anies tidak hadir dalam debat Kompas TV tersebut. Hal ini terekam dalam pengantar Rosi dalam acara tadi malam di Kompas TV yang menyampaikan secara khusus terima kasih kepada Prabowo Subianto.
Ketum Prabowo Subianto Dan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan
Ketum Prabowo Subianto Dan Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan
Alasan Anies tidak hadir ke debat Kompas TV menurut sumber Gerilyawan gara-gara Anies tampil mengecewakan di Mata Najwa Metro TV. Anies tampil emosional dan terlalu agresif serta tidak bisa menjelaskan programnya dengan baik. Di luar dugaan justeru Ahok tampil tenang dan melayani serangan-serangan Anies dengan luwes dan cerdas.

Setelah acara Mata Najwa pemberitaan media konvensional dan media sosial sangat buruk untuk citra Anies yang melahirkan citra Anies yang emosional, agresif dan retoris belaka. Survei di lapangan juga membuktikan dukungan pada Anies Sandi menurun gara-gara acara di Mata Najwa.

Sandiaga Uno dikabarkan ngamuk melihat perkembangan terakhir. Sandi merasa tidak dilibatkan sama sekali untuk acara Mata Najwa. Acara itu settingan Anies dan Eep. Sandi makin tersinggung setelah dikabarkan alasan ia tidak diajak dalam acara Mata Najwa karena dianggap tidak bisa tampil maksimal dan suka bikin “blunder” dalam debat yang bisa mengancam elektabilitas Anies Sandi.

Karena itu, Sandi ditinggalkan untuk acara Mata Najwa. Namun penampilan Anies yang buruk di Mata Najwa malah menurunkan elektabilitas Anies Sandi. sehingga membuat Sandi makin meradang. Dalam debat di Kompas TV, Sandiaga Uno sebenarnya ngotot mau datang. Sampai Minggu siang, dia masih memberikan konfirmasi akan datang, apalagi ditambah Prabowo Subianto yang ngamuk-ngamuk.

Namun Eep masih berusaha agar Anies-Sandi tetap tidak datang dengan mengajukan usul ke pihak Kompas TV agar mengubah format acara, dari debat ke talkshow bincang-bincang dan yang paling menjengkelkan pindah dari Ballroom Djakarta Theatre ke Studio Kompas TV. - Prabowo Marah Dan Mempertanyakan Ketidak Hadir Nya Anies-Sandi Dalam Debat Di KompasTV

Minggu, 19 Maret 2017

Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI

Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI - Di Jalan Fort Barat 104 Nomor 27, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakut, Sabtu tanggal 18/3/2017, Anies memastikan bahwa semua ormas di Jakarta akan mendapat dana dari APBD DKI Jakarta. Mantap. Mendengar janji Anies itu, banyak yang langsung berencana membuat  ormas. Tentu saja banyak ormas akan bertarung dengan ribuan ormas lainnya yang juga ingin mendapatkan dana. Bisa dipastikan dana yang di peroleh kalah besar dengan dana yang didapat oleh FPI. Mengapa? Karena FPI adalah ormas pendukung berat Anies. FPI pasti dibedakan dan diistimewakan.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan
Jika Anies menang, maka Rizieq tidak perlu bersusah-payah demo. Pun GNPF MUI tidak lagi sulit mempertanggungjawabkan dana demo Rp 100 miliar seperti yang  sekarang diobok-obok oleh Bareskrim Polri. Toh dana itu kan hibah. Jadi dana yang diperoleh tidak perlu dipertanggungjawabkan alias suka-suka.

Membayangkan Habib Novel dengan jargon Fizza Hutnya. Energinya akan semakin membara karena tidak lagi memikirkan dana. Toh dana ormas akan terus mengucur deras dari program Anies. Sementara itu dana OK Oce dari proyek Sandi juga terus mengucur. Walaupun sudah mengeluh soal dana kampanye, toh janji OK Oce Sandi tetap diimpikan bak Kodok memimpikan burung gagak.

Jelas ormas di jaman Anies akan berpesta pora. Jika di jaman Ahok ormas sesak napas karena dana dihentikan, maka di era Anies, ormas akan bernafas buaya. Nafasnya panjang. Bisa dipastikan, Anies akan membuat dan mensubsidi sebanyak mungkin ormas agar dia kelak bisa lagi dipilih untuk periode kedua. Jadi bisa 10 tahun menjadi gubernur DKI Jakarta.

Nah, karena semua ormas mendapat bagian jatah, maka bisa dipastikan tidak ada  lagi ormas yang mendemo Anies di Jakarta. Jika ada mahasiswa yang tidak setuju dengan Anies, tinggal diminta membentuk ormas, dapat dana, lalu tutup mulut. Jika penyakit berlanjut, dana akan distop.

Maka ke depan berjubel ormas di DKI Jakarta dengan bosnya sendiri Anies. Apa yang dikatakan Anies sudah pasti dituruti oleh ormas-ormas itu. Ormas jelas akan mengikuti kemauan tuannya. Bisa jadi jika Anies ingin menembak Jokowi di istana, Anies tinggal pakai kode Pasopati (demo istana), Gatot Kaca (demo lawan politik), Kucing hitam (demo calon penantang).

Sementara itu warga Jakarta yang masih waras, tinggal gigit sepuluh jari.  Warga tinggal menyesali nasi yang sudah jadi bubur. Pajak yang dibayar tidak tepat sasaran dan menjadi bancakan ormas-ormas. Pajak dan uang negara yang dihimpun setengah mati dari pajak  akan dipakai untuk membangun manusia waras ala Anies. - Semua Ormas Di Jakarta Akan Mendapat Jatah APBD Apabila Anies Terpilih Menjadi Gubernur DKI

Selasa, 07 Maret 2017

Berapa Tingkat Kepuasan Warga DKI Jakarta Pada Kinerja Ahok?

Berapa Tingkat Kepuasan Warga DKI Jakarta Pada Kinerja Ahok? - Hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menemukan sebesar 73,5 persen responden puas dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sementara hanya 25,2 persen saja yang tidak puas, berikut yang tidak menjawab 1,3 persen. Menurut peneliti LSI Denny JA, Adji Alfarabi jika melihat ke belakang biasanya tingkat kepuasan masyarakat yang mencapai 70 persen maka gubernur petahana itu akan dipilih kembali.

Ahok Sedang Berfoto Di Kantor Balai Kota
Ahok Sedang Berfoto Di Kantor Balai Kota
"Ini sebuah anomali. Karena biasanya incumbent dengan kepuasan di atas 70 persen umumnya menang dan kembali menjabat," tutur Adjie Alfarabi di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa tanggal 7/3/2017. Beberapa kepala daerah yang masyarakat puas terhadap kinerja pemimpinnya dan terpilih kembali misanya di Kabupaten Banyuwangi Azwar Anas yang memiliki tingkat kepuasan 80 persen.

Kemudian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terpilih kembali karena kepuasan masyarakat pada kinerjanya mencapai 70 persen. Lalu Rita Widiasari di Kabupaten Kutai Kartanegara terpilih kembali karena kepuasannya di atas 70 persen. Sementara untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, lanjut Adjie, pada pemilihan 2012 tidak terpilih kembali lantaran kepuasan masyarakat Ibu Kota hanya di angka 54 persen.

"Jadi memang ada suatu temuan juga di kita bahwa mayoritas incumbent dengan tingkat kepuasan di atas 70 persen terpilih kembali," ujar Adjie. Hanya saja, melihat dari hasil survei, elektabilitas Ahok tidak sejalan dengan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya. Tentunya, kata dia, faktor kepuasan tidak menjadi paralel utama untuk para pemilih di DKI.

"Ada faktor personality. Kedua faktor primodial soal agama dan seterusnya, yang kemudian menjadi kendala mengapa kemudian menjadi angka 73,5 persen yang puas, tidak sebanding dengan angka elektabilitas dari Pak Ahok dan Pak Djarot," pungkas Adjie.

Survei LSI Denny JA kali ini dilakukan pada kurun waktu 27 Februari-3 Maret 2017. Penelitian itu melibatkan 440 responden dengan pertemuan tatap muka dan dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Adapun margin of error dari survei tersebut sebesar 4,8 persen. - Berapa Tingkat Kepuasan Warga DKI Jakarta Pada Kinerja Ahok?

Senin, 13 Februari 2017

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta secara resmi telah menerima laporan dana kampanye dari ketiga pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta periode 2017-2022. Dari data diperoleh, tercatat ketiga pasangan calon masing-masing menerima dana sumbangan kampanye di atas Rp 60 Miliar.

Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Berdasarkan penelusuran merdeka.com, terdapat banyak fakta menarik dari laporan ketiga pasangan calon tersebut. Untuk kampanye, Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni mengeluarkan dana sebesar Rp 68.953.462.051, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat menghabiskan dana sebesar Rp 53.696.961.113 dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno menghabiskan dana sebesar Rp 64.719.656.703.

Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan dana kampanye sebesar Rp 65,2 miliar. Keduanya menghabiskan Rp 64,7 miliar selama penyelenggaraan Pilgub DKI Jakarta 2017. Mayoritas dana atau 98 persen berasal dari pribadi Sandiaga Uno sebesar Rp 62,8 M. Sementara Anies Rp 400 juta. Gabungan Partai Politik sebesar 2 persen Rp 1,1 M dan sumbangan 1 persen atau Rp 0,9 M.

Total pengeluaran untuk kampanye Anies-Sandiaga selama 4 bulan sebanyak Rp 64,7 miliar. Biaya yang paling besar adalah untuk penyebaran bahan kampanye Rp 19,2 miliar atau 30 persen dari total anggaran. Rincian pengeluaran paling besar untuk bahan kampanye adalah pembuatan kaos. Anies-Sandi mengeluarkan Rp 15 Miliar lebih untuk membuat kaos kampanye.

Pengeluaran lainnya adalah untuk kegiatan yang tidak melanggar Rp 19 miliar, pertemuan tatap muka Rp 11,7 miliar, rapat umum Rp 6,5 miliar lain-lain pengeluaran operasi Rp 2,9 miliar. Selain itu pertemuan terbatas memakan biaya Rp 2,3 miliar, pembelian peralatan Rp 1,3 miliar, pembuatan iklan media Rp 615 juta dan alat peraga Rp 426 juta.

Sementara itu, Bendahara Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Charles Honoris memastikan dana kampanye sebesar Rp 60,1 miliar tidak ada sumbangan dari partai pengusung. Charles mengatakan dana kegiatan kampanye yang dilakukan partai pengusung bersifat internal dan tidak terkait dengan kegiatan tim pemenangan.

"Ya kalau pun partai melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan tentunya itu kegiatan partai ya. Karena partai tidak disetor ke kami," kata Charles di Rumah Pemenangan, Jalan Borobudur Nomor 18, Jakarta, Minggu.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, dana yang telah dihimpun tersebut belum habis digunakan untuk kampanye. Rencananya, dana lebih tersebut akan ditransfer ke rekening negara. "Mungkin kita akan berikan Rp 4 miliar lebih ke kas negara," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Tercatat, total sumbangan dana yang diterima pasangan Agus-Sylvi mencapai Rp 68 Miliar lebih. Dari dana kampanye tersebut, dana yang tersisa sekitar Rp 15 jutaan.

"Kita menyerahkan laporan jumlah sumbangan dan pengeluaran. Total sumbangan yang kita terima itu Rp 68 miliar dan pengeluaran Rp 68 miliar. Saldo yang ada itu di rekening bank itu Rp 1 juta dan cash Rp 14 jutaan lah sisanya," terang bendahara umum tim pemenangan Agus-Sylvi, Gatot Suwondo, saat berada di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat.

Gatot menambahkan, kontribusi terbesar bagi dana kampanye Agus-Sylvi berasal dari sumbangan kelompok masyarakat. Kelompok misalnya ada kelompok pasar, pedagang, dan asosiasi. Sedangkan sisanya didapat dari sumbangan perorangan.

"Sumbangan yang diterima itu Paslon Agus-Sylvi itu total menyumbangkan Rp 430 juta. Dari DPD partai pendukung itu masing-masing Rp 350 juta sehingga totalnya Rp 3 miliar. Terus dari individu sebanyak 43 orang jumlahnya Rp 6,6 miliar," kata Gatot.

Dia menuturkan, yang paling banyak memang dari kelompok. Ada 109 kelompok dengan total jumlah Rp 52,5 miliar dan 13 badan usaha sebanyak Rp 6,3 miliar. Jadi 76 persen sumbangan dari kelompok. - Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Selasa, 31 Januari 2017

Plt Gubernur Sumarsono : Kepala Dinas Akan Saya Copot Apabila Terbukti Ada Pemihakan Dalam Pilgub DKI Jakarta

Plt Gubernur Sumarsono : Kepala Dinas Akan Saya Copot Apabila Terbukti Ada Pemihakan Dalam Pilgub DKI Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono akan mencopot kepala dinas (kadis) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang terbukti berpihak ke salah satu pasangan cagub-cawagub dalam Pilgub DKI. Dia pun meminta laporan jika ada kadis yang seperti itu.

Plt Gubernur Sumarsono
Plt Gubernur Sumarsono
"Kalau ada wartawan yang bisa menyampaikan kepada saya, kadis tersebut besok saya berhentikan sementara," kata Sumarsono ketika menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pilkada Serentak di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa Tanggal 31/1/2017.

Ia mengaku sudah melakukan kroscek terhadap kemungkinan-kemungkinan pelanggaran tersebut. Namun fakta yang ia temukan, tak ada kepala dinas atau Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berpihak. Pencoblosan untuk pilkada ini akan berlangsung pada tanggal 15 Februari 2017 di seluruh wilayah di Jakarta.

Plt Gubernur, Sumarsono, menghimbau agar seluruh kepala dinas tidak ikut campur dan bersifat netral. Hal tersebut dilakukan agar tercipta nya situasi yang aman dan menghindari kecurangan yang dapat terjadi saat pilkada sedang berlangsung.

Oleh karena itu, Sumarsono terus melakukan pemantauan kepada seluruh jajaran nya dan mengawasi jalan nya pilkada DKI Jakarta. - Plt Gubernur Sumarsono : Kepala Dinas Akan Saya Copot Apabila Terbukti Ada Pemihakan Dalam Pilgub DKI Jakarta

Selasa, 20 Desember 2016

Akibat Kasus Penistaan Agama, Ahok Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Gubernur DKI

Akibat Kasus Penistaan Agama, Ahok Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Gubernur DKI - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyurati Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menentukan kejelasan status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diberhentikan sementara sebagai Gubernur DKI Jakarta atau tidak karena menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. Menanggapi hal tersebut, Ahok mengaku akan menunggu putusan hakim.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
"Saya enggak tahu, makanya tunggu aja. Keputusan hakim bisa besok, bisa juga 10 Januari," kata Ahok, di Gedung Smesco, Jakarta. Pemberhentian sementara tersebut dilakukan jika ancaman hukumannya di atas lima tahun. Jika di bawah lima tahun, maka tidak perlu berhenti. Kemendagri tidak bisa memproses jika tidak ada surat dari pengadilan.

"Kalau yang diputuskan di bawah empat tahun kan enggak perlu non aktif. Enggak tahu saya, ikuti aturan aja," kata Ahok.

Adapun pemberhentian sementara itu bertujuan agar kepala daerah tersebut bisa fokus pada persoalan hukum yang sedang dijalaninya dan tidak mengambil kebijakan dalam pemerintahan. Pemberhentian sementara ini berlaku hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Nantinya wakil gubernur yang akan menggantikan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur.

Sebelumnya, sidang perdana kasus dugaan penodaan agama digelar di Gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Dalam dakwaannya, JPU menyebut perbuatan Ahok telah menghina para ulama dan agama.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi mengatakan, PN Jakarta Utara telah membalas surat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait permintaan kejelasan status terdakwa Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama.

Surat dari Ditjen Otda Kemendagri diterima PN Jakarta Utara pada 16 Desember 2016. Hasoloan menegaskan bahwa surat tersebut telah dibalas namun dirinya tidak mengetahui secara pasti mengenai isi surat balasan tersebut.

"Jadi saya dengar kemarin kan diantar langsung oleh staf otonomi daerah, kabarnya juga akan diambil oleh mereka. Apakah sudah diambil atau belum (suratnya), saya belum tahu," ujar Hasoloan - Akibat Kasus Penistaan Agama, Ahok Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Gubernur DKI

Kamis, 08 Desember 2016

Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri

Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan adanya berita bohong alias hoax yang menyudutkan dirinya. Hoax itu bertemakan Pilgub DKI 2017. "Saya melihat ada beberapa berita hoax untuk menyudutkan saya akhir-akhir ini," kata Tito.

Kapolri Jendral Tito Karnavian
Kapolri Jendral Tito Karnavian
Hoax tersebut ada yang berbentuk gambar 'slideshow' presentasi. Dia menyebut gambar itu tak jelas sumbernya. Ada pula kabar bohong yang menyebut Tito memerintahkan jajarannya memeriksa senior PAN Amien Rais. "Seperti slide isi arahan saya yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya juga seolah-olah ada perintah saya untuk memeriksa Pak Amien Rais. Padahal tidak ada perintah saya," kata Tito.

Soal hubungannya dengan bakal calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), itu tak lebih dari jalinan profesional saja. Sebagaimana diketahui, Tito pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Ahok adalah Gubernur DKI.

"Terutama terkait masalah Gubernur Ahok. Hubungan saya sebatas profesional sebagai Kapolda dan Gubernur di tahun 2015," kata Tito.

Hubungan itu memang perlu dijalin baik supaya rakyat Jakarta tidak dirugikan. Lebih dari itu, Tito mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana menyikapi informasi-informasi berseliweran yang banyak di antaranya sebagai kabar kabur. Hoax semacam itu bisa saja viral dan disebar via media sosial yang siapapun boleh memanfaatkannya.

"Apalagi di musim politik Pilkada ini. Medsos digunakan sebagai instrumen serangan udara, baik untuk mengangkat elektabilitas paslon maupun menyerang pesaing atau pihak lain yang kurang disukai. Mari kita gunakan cara damai, cerdas, demokratis, dan tanpa kekerasan atau ancaman untuk menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa beradab yang sudah dewasa dalam berdemokrasi," tandas Tito.

Dalam hoax yang beredar, terlihat slide show berjudul "Arahan Kapolri". Isinya ada 14 poin, yakni terkait dengan Pilgub DKI. - Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri

Rabu, 05 Oktober 2016

Muncul Nya Sejumlah Nama Artis Yang Menjadi Tim Sukses Di Pilgub DKI Jakarta 2017

Muncul Nya Sejumlah Nama Artis Yang Menjadi Tim Sukses Di Pilgub DKI Jakarta 2017 - Salah satu partai pengusung bakal calon gubernur Agus Harimurti Yudhoyono dan bakal calon wakil gubernur Sylviana Murni di Pilgub DKI adalah PAN. PAN pun telah menyiapkan berbagai macam strategi untuk memenangkan Agus dan Sylviana. Demi mengalahkan Ahok-Sylviana di pilgub mendatang, Partai Demokrat beserta partai koalisi nya mengupayakan segara cara, termasuk menunjuk beberapa anggota mereka yang merupakan mantan artis untuk menjadi tim sukses dari pasangan yang mereka usung di pilgub DKI Jakarta.

Sophia Latjuba Yang Menjadi Jubir Untuk Pasangan Ahok-Djarot
Sophia Latjuba Yang Menjadi Jubir Untuk Pasangan Ahok-Djarot

Salah satunya soal juru bicara tim pemenangan Agus dan Sylvi adalah kader dari PAN yang juga merupakan mantan artis ternama Anang Hermansyah. Bila tim pemenangan Ahok-Djarot menunjuk aktris Sophia Latjuba sebagai jubir, PAN pun menunjuk anggota DPR sekaligus penyanyi dan pencipta lagu Anang Hermansyah sebagai jubir dari PAN. Di tunjuk nya Anang di harapkan bisa mendongkrak dukungan untuk Agus-Sylviana nanti nya.

Di antaranya memang ada masing-masing dari partai politik, berbicara PAN tentu ada jurkamnas kita, ada ketum kita, ada saya sendiri, ada juga anggota fraksi PAN," kata Sekjen PAN Edy Suparno usai acara Rapat Konsolidasi Pemenangan Agus-Sylvi di Kantor DPP PAN, Jalan Senopati Raya, Jakarta.

Edy pun menjelaskan, nantinya tim pemenangan akan mengincar para pemilih muda dan juga ibu-ibu dalam Pilgub DKI ini. Selain itu, beberapa organisasi masyarakat pun turut diincar untuk mendukung Agus dan Sylvi.

Seluruh warga masyarakat, pemilih, memang pemuda merupakan salah satu target ya, begitu juga para warga. Tetapi memang kita punya pemilih yang berasal dukungan dari parpol, misalnya PKB. Pemilih NU, lalu PAN ada Muhamadiyah, difokuskan untuk digarap untuk mensukseskan dan memenangkan Agus-Sylviana.

Sebelumnya, Partai Demokrat (PD) sebagai pengusung Agus Harimurti-Sylviana Murni menyiapkan Annisa Pohan yang juga memiliki latar belakang aktris. Selain itu Annisa Pohan juga istri dari Agus. Hinca pun mengatakan pasangan Agus-Sylviana menyasar kalangan muda, kaum perempuan, dan pemilih pemula. Alasannya adalah karena dari 3 pasangan di Pilgub DKI, hanya cawagub Sylvi yang merupakan perempuan. - Muncul Nya Sejumlah Nama Artis Yang Menjadi Tim Sukses Di Pilgub DKI Jakarta 2017

Rabu, 28 September 2016

Merasa Kecewa, Wanita Emas Menyebut Demokrat Sebagai Partai Dinasti

Merasa Kecewa, Wanita Emas Menyebut Demokrat Sebagai Partai Dinasti - Bakal Calon Gubernur DKI Jakarta, Hasnaeni Moein alias si Wanita Emas merasa kecewa dengan Partai Demokrat yang telah menetapkan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebagai bakal cagub dan cawagub untuk pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Kekecewaan Hasnaeni di sebabkan lantaran dirinya selalu di kaitkan dengan Demokrat dan diri nya merupakan calon kuat dari Demokrat sebelum terpilih nya Agus-Sylviana sebagai bakal calon Gubernur.

Hasnaeni Moein alias si Wanita Emas
Hasnaeni Moein alias si Wanita Emas
Sangking kesal nya, Hasnaeni pun dengan tegas mengatakan bahwa Partai Demokrat yang di besut oleh Susilo Bambang Yudhoyono itu sebagai Partai Dinasti. Hasnaeni merasa kecewa dengan petinggi dari partai Demokrat yang mengabaikan diri nya begitu saja. Diri nya merasa peran dan andil yang di berikan diri nya tidak di pandang oleh Demokrat sehingga petinggi partai Demokrat sengaja memilih Agus sebagai bakal calon Gubernur lantaran ia adalah anak dari Ketua Umum Partai Demokrat.

Namun banyak pihak yang menilai bahwa terpilih nya Agus-Sylviana sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta karena dinilai lebih memiliki ekstabilitas yang lebih tinggi di bandingkan dengan Hasnaeni. Oleh karena itu terpilih nya Agus-Sylviana merupakan pilihan yang tepat untuk ikut bersaingan dengan Ahok-Djarot dalam pilkada DKI Jakarta 2017. Kini setelah perjuangan merebut tahta DKI 1 kandas, tidak membuat Wanita Emas ini langsung putus asa dan diri nya berencana untuk mendirikan partai sendiri.

Niat Hasnaeni dalam mendirikan partai baru merupakan keinginan diri nya untuk bisa ikut andil dalam mengawasi dan membangun Indonesia. Nama partai yang akan di buat juga tidak jauh dari nama nya sendiri yakni Partai Emas. Hasnaeni menjelaskan visi dan misi dari partai yang akan didirikan nya yakni mengeluarkan bangsa Indonesia dari kemiskinan dan mensejahterahkan kehidupan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Namun rencana untuk mendirikan partai tersebut tampak nya tidak akan semudah membalikan telapak tangan. Hal tersebut di karena kan pamor dari Wanita Emas sendiri masih kalah di bandingkan dari calon Gubernur yang akan maju dalam pilkada DKI Jakarta nanti. Masyarakat hanya menantikan dan melihat apakah hal tersebut akan terjadi atau hanya sebatas rencana saja. - Merasa Kecewa, Wanita Emas Menyebut Demokrat Sebagai Partai Dinasti

Sabtu, 27 Agustus 2016

Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat

Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul datang ke posko tim pemenang kandidat calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), padahal Ruhut baru saja di copot dari jabatan nya sebagai koordinator juru bicara Partai Demokrat. Dengan kedatangan Ruhut ke posko tim pemenang Ahok memunculkan banyak isu-isu tak sedap, terdengar kabar angin bahwa ini sebagai bentuk perlawanan Ruhut kepada Demokrat karena telah menonaktifkan diri nya sebagai juru bicara dari Partai Demokrat.

Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul
Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul

Kedatangan Ruhut ke posko pemenang Ahok juga tanpa memiliki ijin dari partai Demokrat dan diri nya mengaku tidak takut menerima sangsi pencopotan langsung dari partai nya hanya karena diri nya mendukung Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Sejak di nonaktifkan sebagai koordinator juru bicara, Ruhut sudah tidak peduli lagi akan sanksi-sanksi yang akan di terimanya terkait dengan sikap pribadi nya untuk terus maju mendukung Ahok dan apabila di perkenankan Ruhut juga siap bergabung untuk menjadi tim sukses Ahok nanti nya.

Ruhut menjelaskan kedatangan dirinya ke posko pemenang Ahok di karena kan adanya undangan untuk dirinya agar datang ke posko tersebut, Ruhut merasa harus memenuhi undangan tersebut untuk menghadiri nya. Hingga saat ini, Ketua Umum Partai Demokrat masih belum mengeluarkan pernyataan maupun keputusan terkait tindakan pribadi yang di lakukan oleh Ruhut untuk mendukung Ahok di PilGub nanti nya.

Dia juga berujar dan meyakinkannya menang di kontestasi politik biasanya bakalan benar-benar menang, meski kadang keyakinannya berbeda dengan partai Demokrat. Dia juga mencontohkan saat dia maju untuk mendukung Jokowi untuk menjadi presiden, dan ternyata memang Jokowi benar-benar menang dalam Pilpres 2014 yang lalu. Namun sikapnya kali ini untuk mendukung Ahok menjadi Gubernur merupakan sikap pribadi nya dan bukan merupakan sikap dari Partai Demokrat.

 Ruhut sendiri mengaku belum mengetahui bahwa Partai Demokrat akan mendukung siapa di Pilgub DKI 2017 nanti nya. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah di tanyainya soal siapa yang akan di dukung oleh Demokrat, namun SBY hanya menyuruh Ruhut untuk bersabar karena Demokrat belum bisa memutuskan secara pasti siapa calon yang akan di dukung nanti. - Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat

Selasa, 23 Agustus 2016

Habiburokhman Menantang Ahok Untuk Debat Di MK

Habiburokhman Menantang Ahok Untuk Debat Di MK - Secara mengejutkan bahwa Ahok di tantang oleh Habiburokhman untuk melakukan debat panjang di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelum nya, Ahok dan Habiburokhman sudah sering terjadi perdebatan dan selaku Ahok yang menjadi sasaran kritik dari Habiburokhman, tak hanya melalukan kritikan kepada Ahok, diri nya juga kerap melayangkan kata-kata yang pedas terkait kinerja dari Basuki Tjahaja Purnama, alias AHOK selaku sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pengacara Sekaligus Politisi Gerindra Habiburokhman
Pengacara Sekaligus Politisi Gerindra Habiburokhman

Habiburokhman juga sering terlibat argrumen dengan Ahok baik itu melalui media masa maupun melalui media elektronik. Bahkan Habiburokhman sendiri sebelum nya juga pernah berjanji akan terjun dari monas apabila Teman Ahok yang saat itu sedang berjuang menggumpulkan KTP bisa mencapai target 1 juta KTP. Namun di saat target tersebut tercapai, Habiburokhman justru berkhilah bahwa diri nya hanya memberikan waktu selama seminggu saja sehingga apa yang telah di ucapkan tidak akan dia lakukan.

Kini Habiburokhman kembali memperdebatkan masalah tentang keharusan cuti Gubernur petahana yang memberikan cuti kepada setiap Gubernur yang menjabat. Akibat perdebatan tersebut membuat Ahok menjadi berang sehingga melaporkan masalah tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Ahok yang merasa selalu di sudutkan oleh Habiburokhman ini membuat Ahok merasa tertantang tentang dengan tantangan dari Habiburokhman dan mengaku siap kapan saja dan dimana saja.

Pengacara dan sekaligus politisi dari gerindra ini memang memiliki perasaan tidak suka kepada Ahok dan selalu menentang semua kebijakan yang di lakukan oleh Ahok selaku sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ada nya dugaan ketidak sukaan diri nya kepada Ahok di karena kan keluar nya Ahok dari Gerindra dan serta tidak suka melihat sikap arogan dari Ahok.

Karena alasan tersebut lah membuat Habiburokhman ingin melakukan debat panjang di Mahkamah Konstitusi untuk membuktikan siapa yang lebih tahu dan lebih baik untuk menjalankan visi misi di DKI Jakarta sebagai Gubernur. - Habiburokhman Menantang Ahok Untuk Debat Di MK