This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Kapolri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapolri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Agustus 2017

Polisi Mengeluarkan Sketsa Ciri-Ciri Tersangka Dalam Kasus Novel Baswedan

Polisi Mengeluarkan Sketsa Ciri-Ciri Tersangka Dalam Kasus Novel Baswedan - Polri membuat tiga sketsa wajah yang diduga penyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Sketsa ini dibuat sesuai dengan keterangan saksi yang telah diperiksa Polri. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian membeberkan ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan saksi tersebut. Tito mengatakan, salah satu terduga penyerang Novel mempunyai tinggi badan sekitar 167-170 sentimeter. Pria itu juga berambut keriting, badan ramping dan agak hitam.

Kapolri Mengeluarkan Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan
Kapolri Mengeluarkan Sketsa Wajah Penyerang Novel Baswedan
Sketsa terduga penyerang Novel Baswedan tersebut, kata dia, berbeda dengan ciri-ciri saksi yang diperiksa polisi selama ini. "Terakhir yang kita periksa adalah Lestaluhu. Cirinya berbeda. Tingginya beda," ujar Tito di Istana. Menurut dia, sosok dalam sketsa tersebut adalah orang yang berada di dekat masjid yang menjadi tempat kejadian perkara. Dia berada di dekat lokasi sejak lima menit sebelum penyerangan berlangsung.

Orang dalam sketsa tersebut diduga adalah pengendara motor yang menjadi pelaku penyerangan. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian terkait kasus penyerangan Novel Baswedan. Usai pertemuan, Tito menyatakan pihaknya terus mengejar siapa penyerang Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memperlihatkan sketsa wajah terduga pelaku penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

Wajah yang dipaparkan Jenderal Tito masih dicari identitasnya. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono tidak menjawab dengan tegas mengenai kemiripan sketsa wajah dengan pria berinisial AL yang pernah diperiksa polisi pada 9 Mei 2017 lalu. AL merupakan petugas keamanan di salah satu hotel di Jakarta Pusat.

Sempat dimintai keterangan, Penyidik Polda Metro Jaya memulangkan AL. Sebab, AL memiliki alibi yang kuat. AL berada di rumah saat terjadi penyerangan terhadap Novel Baswedan. Argo mengklaim, pihak kepolisian telah serius mengusut kasus penyerangan Novel Baswedan pada 11 April 2017 lalu. Meski, peristiwa itu sudah berlalu 112 hari. - Polisi Mengeluarkan Sketsa Ciri-Ciri Tersangka Dalam Kasus Novel Baswedan

Jumat, 16 Desember 2016

Kapolri Siap Mundur Bila Terbukti Merekayasa Terorisme Seperti Yang Di Tuduhkan Kepada Polri

Kapolri Siap Mundur Bila Terbukti Merekayasa Terorisme Seperti Yang Di Tuduhkan Kepada Polri - Kapolri Jenderal Tito Karnavian tegas membantah pernyataan yang menyebutkan ada rekayasa pengalihan isu di balik upaya pemberantasan terorisme. Bahkan, dia rela mundur dari jabatannya sebagai Kapolri bila terbukti ada rekayasa dalam kasus tersebut. "Kalau ada data, pelaku mengatakan ada rekayasa, fine, internal kita bila perlu saya pecat. Saya pun akan mengundurkan diri bila saya terlibat merekayasa," kata Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Kapolri Jendral Tito Karnavian
Kapolri Jendral Tito Karnavian
"Kalau seandainya tidak, tolong pertanggungjawabkan ucapan itu. Karena publik akan mendengar soal mekanisme tata cara mengungkapkan kasus yang melakukan penyidikan berulang-ulang ini didemoralisasi oleh pejabat yang harusnya juga memberi apresiasi. Jangan ngomong tanpa data. Kasihan aparat kita yang bekerja keras," mantan Kapolda Metro Jaya ini menegaskan.

Tito menambahkan, dirinya sudah terlibat dalam pengungkapan kasus terorisme sejak 1998. Dia tegas membantah Densus 88 merekayasa kasus yang diungkap. "Rekan-rekan yang ada di Densus ini bukan sutradara. Kami tidak pernah belajar jadi sutradara. Para tersangka yang ditangkap ini juga bukan aktor, bukan aktris yang pandai memainkan drama," tegas Tito.

Sistem hukum di Indonesia, kata Tito, sangat terbuka. Publik bisa menyaksikan langsung melalui mekanisme penegakan hukum dari mulai penyelidikan, penyidikan, penuntutan, sampai dengan vonis persidangan. "Jadi sutradara Hollywood seperti apa pun yang jago, tidak akan mampu dia merekayasa kasus seperti ini. Karena mereka bukan aktor, ngapain juga dia pasang badan seolah-olah mau ngebom," kata Tito.

Bareskrim Polri memanggil Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio. Eko dituding melontarkan ucapan terkait adanya upaya pengalihan isu dalam pengungkapan kasus terorisme di Bekasi. Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno mengaku prihatin atas pemanggilan Wakil Ketua Tim Pemenangan Agus-Sylviana itu.

"Kita prihatin atas pemanggilan ini dan berharap proses pemeriksaan di Bareskrim akan transparan. Saudara Eko Hendro Purnomo selaku tokoh masyarakat dan tokoh politik adalah salah seorang kader terbaik PAN yang taat hukum," ucap Eddy. Dia pun meminta agar kepolisian lebih cermat dalam kasus Eko Patrio ini. Bareskrim harus memahami aturan yang berlaku.

"Harus ada proses dan prosedur yang dijalankan. Jika pemanggilan Bareskrim ini sesuai dengan aturan pemanggilan dan pemeriksaan anggota legislatif, kami yakin saudara Eko tidak sekadar kooperatif, namun proaktif menundaklanjuti pemanggilan penegak hukum," tandas Eddy. - Kapolri Siap Mundur Bila Terbukti Merekayasa Terorisme Seperti Yang Di Tuduhkan Kepada Polri

Kamis, 08 Desember 2016

Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri

Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan adanya berita bohong alias hoax yang menyudutkan dirinya. Hoax itu bertemakan Pilgub DKI 2017. "Saya melihat ada beberapa berita hoax untuk menyudutkan saya akhir-akhir ini," kata Tito.

Kapolri Jendral Tito Karnavian
Kapolri Jendral Tito Karnavian
Hoax tersebut ada yang berbentuk gambar 'slideshow' presentasi. Dia menyebut gambar itu tak jelas sumbernya. Ada pula kabar bohong yang menyebut Tito memerintahkan jajarannya memeriksa senior PAN Amien Rais. "Seperti slide isi arahan saya yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya juga seolah-olah ada perintah saya untuk memeriksa Pak Amien Rais. Padahal tidak ada perintah saya," kata Tito.

Soal hubungannya dengan bakal calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), itu tak lebih dari jalinan profesional saja. Sebagaimana diketahui, Tito pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Ahok adalah Gubernur DKI.

"Terutama terkait masalah Gubernur Ahok. Hubungan saya sebatas profesional sebagai Kapolda dan Gubernur di tahun 2015," kata Tito.

Hubungan itu memang perlu dijalin baik supaya rakyat Jakarta tidak dirugikan. Lebih dari itu, Tito mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana menyikapi informasi-informasi berseliweran yang banyak di antaranya sebagai kabar kabur. Hoax semacam itu bisa saja viral dan disebar via media sosial yang siapapun boleh memanfaatkannya.

"Apalagi di musim politik Pilkada ini. Medsos digunakan sebagai instrumen serangan udara, baik untuk mengangkat elektabilitas paslon maupun menyerang pesaing atau pihak lain yang kurang disukai. Mari kita gunakan cara damai, cerdas, demokratis, dan tanpa kekerasan atau ancaman untuk menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa beradab yang sudah dewasa dalam berdemokrasi," tandas Tito.

Dalam hoax yang beredar, terlihat slide show berjudul "Arahan Kapolri". Isinya ada 14 poin, yakni terkait dengan Pilgub DKI. - Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri