This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahok. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Juli 2017

Buni Yani Didampingi 29 Pengacara Mengatakan Memiliki Bukti Diri Nya Tidak Mengedit Video Pidato Ahok

Buni Yani Didampingi 29 Pengacara Mengatakan Memiliki Bukti Diri Nya Tidak Mengedit Video Pidato Ahok - Buni Yani didakwa mengubah, merusak, menyembunyikan informasi eletronik berupa video pidato mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Selama menjalani proses hukum Buni Yani didampingi tim penasihat hukumnya. Aldwin Rahadian, anggota tim penasihat hukum blak-blakan soal tarif yang Buni Yani harus bayarkan selama memakai jasa mereka. Bantuan hukum yang diberikan penasihat hukum kepada Buni Yani, yaitu bantuan atau layanan hukum yang diberikan untuk kepentingan umum atau orang yang tak mampu tanpa dipungut biaya.

Buni Yani
Buni Yani
Tak tanggung-tanggung ada 29 penasihat hukum yang mendampingi Buni Yani. Sebelumnya, Buni Yani mengaku hanya memiliki sumber dana terbatas. Ia juga mengatakan digelarnya sidang kasusnya di Kota Bandung sangat memberatkannya, dengan pertimbangan jarak, biaya, dan kesehatan. Sidang lanjutan Buni Yani akan digelar pada Selasa tanggal 18/7/2017, beragendakan mendengar keterangan saksi.

Buni Yani berorasi usai menjalani sidang keempat sebagai terdakwa kasus pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik, di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan, Bandung, Jawa Barat. Saat berorasi, Buni Yani menyampaikan perasaannya yang tidak takut jika harus masuk penjara karena kebenaran. "Jangankan masuk penjara dan terus menjalani sidang seperti ini, mati pun sudah siap karena saya tidak pernah menyampaikan fitnah," ungkap Buni Yani saat orasi di depan massa pendukungnya.

Buni Yani menambahkan, apa yang ia perbuat bukanlah fitnah terhadap Ahok, karena Ahok akhirnya sudah terbukti bersalah. Saat orasi, Buni Yani didampingi penasihat hukumnya, Aldwin Rahadian dan Kordinator Aliansi Pergerakan Islam Jawab Barat Asep Saripudin. Puluhan pendukung Buni Yani terdengar mengumandangkan kalimat takbir dan dukungan moril terhadap Buni Yani.

Buni Yani juga mengaku memiliki bukti dirinya tak mengedit rekaman video dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Kepulauan Seribu. Buni Yani mengatakan kepada wartawan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung, bukti tersebut ada dalam folder unduhan di ponselnya yang saat ini disita. - Buni Yani Didampingi 29 Pengacara Mengatakan Memiliki Bukti Diri Nya Tidak Mengedit Video Pidato Ahok

Kamis, 22 Juni 2017

Alasan Keselamatan, Ahok Akan Menjalani Sisa Hukuman Nya Di Tahanan Mako Brimob

Alasan Keselamatan, Ahok Akan Menjalani Sisa Hukuman Nya Di Tahanan Mako Brimob - Keputusan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencabut permohonan bandingnya memberi konsekuensi lain bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Setelah Pengadilan Negeri Jakarta Utara menyatakan kasus penodaan agama yang menjerat Ahok inkrah atau berkekuatan hukum tetap (dengan tidak adanya banding), Kejaksaan pun harus memindahkan Ahok dari Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok ke penjara lain. Rabu sore, 21 Juni 2017, Kejaksaan akhirnya mengeksekusi Ahok ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

Basuki Tjahaja Purnama, Alias Ahok
Basuki Tjahaja Purnama, Alias Ahok
Noor Rachmad mengatakan, Ahok sempat dibawa ke Lapas Cipinang setelah proses eksekusi dilakukan. Hanya saja, Ahok kembali dipindahkan ke tahanan Mako Brimob lantaran pertimbangan keamanan. Hal itu, jelas Noor Rachmad, juga diperkuat dengan rekomendasi dari Kepala Lapas Cipinang. Kalapas berpendapat karena situasi keamanan yang dikarenakan terganggu, maka Kalapas membuat surat ke Mako Brimob agar Ahok Tetap Di penjara Mako Brimob dengan alasan keamanan.

Dengan rekomendasi itu, Ahok akhirnya tetap menjalani hukumannya di Mako Brimob. "Menempatkan Ahok, menjalankan hukumannya di Mako Brimob," tandas Noor Rachmad. Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Abdul Ghani, membenarkan telah mengeluarkan rekomendasi terkait penahanan Ahok ke Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Karena itu, ia mengirim surat rekomendasi agar Ahok menjalani massa penahanan di Mako Brimob.

"Kami kan kan mengantisipasi ke sana. Jadi jangan sampai terjadi gangguan terkait yang bersangkutan, kita pindahkan ke sana saja," ujar Abdul Ghani. Terkait masa penahanan Ahok di Mako Brimob, Jaksa Agung Muda Pidana Umum Noor Rachmad mengaku tak mengetahuinya. Soal ini ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Lapas Cipinang.

"Soal itu (masa penahanan Ahok) tergantung Lapas Cipinang. Persoalan ke depan tergantung kebijakan Lapas," kata Noor Rachmad di kompleks Kejagung, Jakarta, Kamis 22 Juni 2017. Noor Rachmad juga menolak bila disebut menyalahi aturan karena tidak menjebloskan mantan Bupati Belitung Timur itu ke dalam Lapas. Menurutnya, Kejagung sudah menjalankan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memerintahkan mengeksekusi Ahok. - Alasan Keselamatan, Ahok Akan Menjalani Sisa Hukuman Nya Di Tahanan Mako Brimob

Selasa, 09 Mei 2017

Ahok DI Vonis 2 Tahun Penjara Dan Langsung Di Kirim Ke Rutan Cipinang Atas Kasus Penistaan Agama

Ahok DI Vonis 2 Tahun Penjara Dan Langsung Di Kirim Ke Rutan Cipinang Atas Kasus Penistaan Agama - Drama kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mencapai titik akhir. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada Ahok. "Menyatakan Ir Basuki Tjahaja Purnama terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penodaan agama dan menjatuhkan pidana penjara 2 tahun dan memerintahkan terdakwa ditahan," ujar Dwiarso dalam persidangan di Gedung Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa 9 Mei 2017.

Ir Basuki Tjahaja Purnama, Alias Ahok
Ir Basuki Tjahaja Purnama, Alias Ahok
Vonis ini lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntutAhok dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Dalam pertimbangannya, hakim menilai Ahok dianggap bertanggung jawab dan dinyatakan bersalah sehingga dijatuhkan pidana. Yang memberatkan, terdakwa tidak merasa bersalah, perbuatan terdakwa telah menimbulkan keresahan pada umat Islam, perbuatan terdakwa dapat berpotensi memecah hubungan antargolongan," ujar salah anggota majelis hakim.

Atas putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto mempersilakan Ahok untuk berkonsultasi dengan kuasa hukumnya terkait langkah banding. Selama sekitar 3 menit, Ahok berdiskusi dengan kuasa hukum. Dia juga mengatakan putusan ini tidak menjadikan Ahok sebagai penista agama. Sebab, masih ada banding yang akan diajukan Ahok dan tim pengacaranya ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Vonis 2 tahun penjara terhadap Ahok mendapat respons dari sejumlah kalangan. Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku heran dengan putusan hakim. Menurut Djarot, jika dilihat dari fakta persidangan seharusnya putusan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa. Djarot pun mengajak semua pihak untuk menunggu proses banding yang diajukan Ahok. Djarot berencana mengajukan penangguhan penahanan terhadap Ahok.

Saat menjenguk Ahok, Djarot juga menyampaikan rasa simpatinya kepada Ahok. Di dalam rutan, Djarot mengaku sempat bertemu dengan istri dan anak Ahok. Kakak angkat Ahok, Andi Analta, juga tampak sangat terpukul. Matanya berkaca-kaca. Dia meninggalkan ruang sidang tanpa bicara. Kakak angkat muslim Ahok, Nana Riwayatie, mengaku sedih mendengar putusan hakim yang memvonis sang adik 2 tahun penjara terkait kasus penodaan agama. Dia tak menyangka jika vonis hakim jauh lebih berat dari tuntutan jaksa.

Nana yakin adiknya yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu hanya korban politik. "Politik itu jahat sekali, adik saya jadi korban politik," ujar dia. Nana yakin putusan hakim kepada Ahok sudah diintervensi pihak lain. "Ini pasti ada order dari pihak lain," kata Nana.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi angkat bicara terkait vonis 2 tahun Basuki Thajaja Purnama atau Ahok. Jokowi menyatakan, pemerintah tidak bisa intervensi proses hukum terkait kasus Ahok. Jokowi meminta semua pihak menghormati hukum yang telah dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. - Ahok DI Vonis 2 Tahun Penjara Dan Langsung Di Kirim Ke Rutan Cipinang Atas Kasus Penistaan Agama

Kamis, 20 April 2017

Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir

Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan kesatria menerima hasil penghitungan cepat sementara yang menyatakan dia dan pasangannya, Djarot Saiful Hidayat, kalah dari pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Dengan lapang dada, Ahok menyampaikan alasannya ikhlas menerima kekalahan di Pilkada DKI 2017. Dia menyatakan kekuasaan itu datangnya pasti dari Tuhan.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama
"Saya adalah orang yang percaya kekuasaan itu datangnya dari Tuhan. Enggak ada seorang pun bisa lakukan apa tanpa seizin Tuhan. Jadi kalau sudah seizin Tuhan apa pun bisa terjadi. Saya orangnya legawa seperti itu," ujar Ahok di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 19 April 2017.

Ahok menyebut dirinya sangat percaya Tuhan telah menyiapkan posisi terbaik baginya, di mana pun itu. "Saya orangnya selalu bersyukur dengan segala posisi saya, makanya saya tahu Tuhan siapkan yang terbaik buat saya," ujar dia.

Ahok lantas menyampaikan beberapa program yang akan dipercepat sebelum dirinya meninggalkan Balai Kota pada Oktober 2017 nanti. Salah satunya adalah program pemberian sertifikat pada warga miskin di Jakarta. "Kita kan tinggal enam bulan, tentu kita harus kebut. Tentu kalau kemarin kita sambung sampai 2022 bisa lebih santai dikit. Kalau waktunya cuma enam bulan ini, kita harus cepat kerjanya," kata Ahok.

"Kita akan percepat soal pemetaan semua orang Jakarta rumahnya punya sertifikat, yang dua miliar enggak harus bayar BPHTB. Kalau di atas itu kalau enggak jual enggak usah bayar," ujar Ahok. Selain itu, Ahok juga akan memasukkan program bahan bangunan dalam e-katalog untuk mempermudah program bedah rumah warga miskin.

"Jadi nanti kalau kita punya pasukan merah pegawai lepas di dinas perumahan itu untuk memperbaiki rumah orang berapa genteng, semen berapa, pintu berapa kita harapkan dengan dasar ini bisa menyelesaikan perbaikan semua rumah kumuh yang ada di Jakarta," jelas Ahok. Program lain, program 2,5 kali apartemen untuk warga miskin akan dikebut. Ahok menyebut tidak mau ada warga miskin yang tinggal di perkampungan padat penduduk yang kumuh, sehingga kesehatan mereka tidak terjamin.

"Kita ingin selesaikan konsep 2,5 kali. Kampung yang terlalu padat dan kumuh kan penyakit banyak, TBC, diare, kita tawarkan 2,5 kali. Jadi apartemen yang dibangun 100 meter bisa dapat 250 meter atau tujuh unit. Ini sudah ada orang yang nawarin ke saya di Cengkareng 1 hektare," ujar Ahok.

Terakhir, Ahok akan memberi tambahan modal untuk Jakpro agar dapat menyelesaikan program Light Rail Transit (LRT) dari Velodrome hingga Dukuh Atas. - Kalah Dalam Pilgub, Ahok Akan Kebut Semua Program Sebelum Masa Kerja Nya Berakhir

Jumat, 14 April 2017

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Kembali Diusir Usai Menunaikan Salat Jumat Di Masjid Jami' Al'Atiq

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Kembali Diusir Usai Menunaikan Salat Jumat Di Masjid Jami' Al'Atiq - Tindakan tak menyenangkan kembali dialami calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat. Usai menunaikan salat Jumat di Masjid Jami' Al'Atiq di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, sebagian jemaah meneriaki, menolak kehadiran mantan Wali Kota Blitar tersebut. Aksi ini terjadi saat Djarot hendak keluar masjid usai menunaikan salat Jumat. "Pergi, pergi," teriak beberapa jemaah. Beberapa warga lain memekikkan takbir. Menghadapi hal ini, Djarot tersenyum sambil berjalan santai keluar masjid.

Calon Wakin Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Calon Wakin Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat
Saat ditanya terkait peristiwa tersebut, Djarot mengatakan, sudah memaafkan sebagian warga yang memperlakukannya seperti itu. Ia mengaku tidak mempermasalahkan hal tersebut, lantaran menurut dia penolakan itu masih tergolong masalah kecil. "Saya sejak dari dalam (masjid) pasti maafkan, enggak apa-apa, ini sih ringanlah, enggak begitu berat," kata Djarot usai Jumatan di Masjid Jami' Al'Atiq, Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 14 April 2017.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok itu pun menegaskan, sudah tulus memaafkan tindakan mereka yang tidak menyukainya. "Bahkan yang lebih keras daripada itu pun saya maafkan kok ya, betul-betul saya maafkan dari dalam hati yang terdalam," ujar Djarot. Ia mengatakan, Islam mengajarkan untuk saling menyayangi, termasuk dengan orang yang berbeda agama. Apalagi, ia menambahkan, dirinya merupakan seorang Muslim.

Djarot mengharapkan, ke depan tidak ada lagi isu SARA yang dimunculkan menjelang pencoblosan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, 19 April mendatang. Pengusiran Djarot Saiful Hidayat dari Masjid al-Atiq ini sangat mengejutkan semua pihak. Tindakan tersebut dianggap berlebihan, bahkan tidak sesuai dengan akhlak Islam.

"Saya memandang, pengusiran cawagub Djarot Saiful Hidayat merupakan tindakan yang sangat memalukan. Pasalnya, perlakuan tersebut tidak sesuai dengan akhlak Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW," ujar Zuhairi Misrawi, intelektual muda Nahdlatul Ulama (NU), melalui keterangan resminya, Jumat 14 April.

Zuhairi menambahkan, dalam buku sejarah Islam diceritakan ketika Nabi Muhammad SAW menerima tamu Kristen Najran di Masjid Madinah. Perbedaan agama tidak menjadi halangan untuk tidak menghargai tamu yang sedang bertandang ke masjid Nabi.

"Ini kan cawagub Djarot seorang muslim taat, hendak melaksanakan salat Jumat. Ia kader NU tulen, dan berjasa bagi umat Islam di Jakarta. Kok bisa-bisanya diteriakin dan diusir dari masjid. Saya memandang, politisasi masjid sudah masuk dalam kategori meresahkan dan mengkhawatirkan," ujar lulusan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini.

Untuk itu, lanjut Zuhairi, harus ada tindakan tegas terhadap pengurus Masjid Al Atiq, karena secara terang-terangan melakukan atau membiarkan kampanye di dalam masjid. Begitu halnya pihak-pihak lain yang menggunakan masjid sebagai tempat kampanye. "Kalau kita melihat aturan, jelas sekali ada larangan keras agar tidak menggunakan tempat ibadah, termasuk masjid sebagai tempat kampanye dan melakukan diskriminasi karena perbedaan sikap politik dalam pilkada. Jadi, Panwaslu harus mengambil tindakan tegas," tambah dia.

"Yang dikhawatirkan, jika tindakan pengusiran cawagub Djarot ini dibiarkan, maka radikalisme di Jakarta makin menguat. Kita tidak ingin Jakarta seperti Mesir di masa lampau, yang masjidnya dikuasai kaum radikal yang mudah ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu," pungkas Zuhairi. - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat Kembali Diusir Usai Menunaikan Salat Jumat Di Masjid Jami' Al'Atiq

Rabu, 15 Maret 2017

Pernyataan Saksi Dalam Sidang Ahok Yang Mengundang Tawa Seisi Ruangan Sidang

Pernyataan Saksi Dalam Sidang Ahok Yang Mengundang Tawa Seisi Ruangan Sidang - Saksi kedua yang memberikan keterangan di sidang ke-14 kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok adalah Suyanto. Suyanto adalah sopir di perusahaan milik keluarga Ahok di Gantung, Belitung Timur. Saat memberikan kesaksian, Suyanto kerap melontarkan jawaban yang mengundang tawa.

Ahok Dalam Sidang Ke 14 Kasus Penistaan Agama
Ahok Dalam Sidang Ke 14 Kasus Penistaan Agama
Tawa seisi ruangan dipicu ketika hakim ketua Dwiarso mengingatkan Suyanto untuk jujur dan tidak boleh takut pada Ahok. "Tugas bapak dulu mengantar beliau (Ahok) ke rumah guru, teman-temannya? Kalau beliau dari Jakarta?" tanya Dwiarso.

"Iya saya ngantar ke rumah gurunya yang sakit, ke teman-teman keliling kalau dia pulang (ke Belitung)," jawab Suyanto.

"Kalau telat kena marah? Beliau suka marah enggak?" tanya Dwiarso lagi.

Suyanto menjawab tidak, sesekali dia menengok  ke arah Ahok. Melihat Suyanto menoleh ke Ahok, hakim memperingatkan Suyanto.

"Enggak bohong? Enggak usah lihat (ke Ahok), enggak usah takut," ujar Dwiarso.

"Enggak bohong, kan sudah disumpah. Jadi enggak boleh bohong," jawab Suyanto.

Mendengar jawaban itu, spontan seisi ruangan tertawa. Ahok pun ikut tertawa hingga wajahnya memerah.

"Telat (jemput Ahok) enggak dimarahi juga?" kata Dwiarso pada Suyanto.

Suyanto menjawab bahwa dia tidak dimarahi justru dinasihati. Suyanto juga bercerita bahwa Ahok mempersilakan dia salat Jumat terlebih dahulu bila sudah waktunya.

"Katanya (Ahok), bapak Jumatan saja. Saya tunggu di mobil," kata Suyanto menirukan perkataan Ahok.

Tawa kembali pecah saat hakim menanyakan apakah Suyanto melihat siaran berita televisi yang menayangkan video Ahok di Pulau Seribu.

"Di tv enggak lihat. Saya kalah dengan anak saya. Anak saya mau lihat film," jawab Suyanto polos.

Ia juga menyatakan, sejak pemilihan Bupati Belitung Timur 2004 lalu, selebaran Al Maidah 51 sudah ada untuk menyerang Ahok. "Sekarang tidak muncul lagi (selebaran), karena calonnya muslim semua," kata Suyanto. - Pernyataan Saksi Dalam Sidang Ahok Yang Mengundang Tawa Seisi Ruangan Sidang

Selasa, 07 Maret 2017

Berapa Tingkat Kepuasan Warga DKI Jakarta Pada Kinerja Ahok?

Berapa Tingkat Kepuasan Warga DKI Jakarta Pada Kinerja Ahok? - Hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menemukan sebesar 73,5 persen responden puas dengan kinerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sementara hanya 25,2 persen saja yang tidak puas, berikut yang tidak menjawab 1,3 persen. Menurut peneliti LSI Denny JA, Adji Alfarabi jika melihat ke belakang biasanya tingkat kepuasan masyarakat yang mencapai 70 persen maka gubernur petahana itu akan dipilih kembali.

Ahok Sedang Berfoto Di Kantor Balai Kota
Ahok Sedang Berfoto Di Kantor Balai Kota
"Ini sebuah anomali. Karena biasanya incumbent dengan kepuasan di atas 70 persen umumnya menang dan kembali menjabat," tutur Adjie Alfarabi di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa tanggal 7/3/2017. Beberapa kepala daerah yang masyarakat puas terhadap kinerja pemimpinnya dan terpilih kembali misanya di Kabupaten Banyuwangi Azwar Anas yang memiliki tingkat kepuasan 80 persen.

Kemudian Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terpilih kembali karena kepuasan masyarakat pada kinerjanya mencapai 70 persen. Lalu Rita Widiasari di Kabupaten Kutai Kartanegara terpilih kembali karena kepuasannya di atas 70 persen. Sementara untuk mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, lanjut Adjie, pada pemilihan 2012 tidak terpilih kembali lantaran kepuasan masyarakat Ibu Kota hanya di angka 54 persen.

"Jadi memang ada suatu temuan juga di kita bahwa mayoritas incumbent dengan tingkat kepuasan di atas 70 persen terpilih kembali," ujar Adjie. Hanya saja, melihat dari hasil survei, elektabilitas Ahok tidak sejalan dengan tingginya kepuasan masyarakat terhadap kinerjanya. Tentunya, kata dia, faktor kepuasan tidak menjadi paralel utama untuk para pemilih di DKI.

"Ada faktor personality. Kedua faktor primodial soal agama dan seterusnya, yang kemudian menjadi kendala mengapa kemudian menjadi angka 73,5 persen yang puas, tidak sebanding dengan angka elektabilitas dari Pak Ahok dan Pak Djarot," pungkas Adjie.

Survei LSI Denny JA kali ini dilakukan pada kurun waktu 27 Februari-3 Maret 2017. Penelitian itu melibatkan 440 responden dengan pertemuan tatap muka dan dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Adapun margin of error dari survei tersebut sebesar 4,8 persen. - Berapa Tingkat Kepuasan Warga DKI Jakarta Pada Kinerja Ahok?

Rabu, 22 Februari 2017

Ahok Berikan Bantuan Dan Tunjangan Untuk Keluarga Pasukan Orange Yang Meninggal Saat Bertugas

Ahok Berikan Bantuan Dan Tunjangan Untuk Keluarga Pasukan Orange Yang Meninggal Saat Bertugas - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, menyempatkan diri melayat kediaman Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Dennis T Nenometa. Personel Pasukan Oranye ini hanyut di Kali Beti, Kelapa Gading saat banjir dan ditemukan meninggal dunia di Kali Sunter, Plumpang, Semper, Jakarta Utara, tadi siang.

Ahok Melayat Ke Kediaman Pasukan Orange Yang Meninggal
Ahok Melayat Ke Kediaman Pasukan Orange Yang Meninggal
Ahok mengaku menyampaikan dukacita pada keluarga Dennis. Ahok menjamin keluarga mendapat santunan dari BPJS. Pemprov DKI juga akan mengurus pembiayaan pemulangan jenazah ke kampung halaman di Kupang.  "Kami urus biaya pemulangan jenazah dan empat keluarga yang ikut (ke Kupang)," kata Ahok. Selain mendapat santunan dari BPJS senilai 40 kali UMP, Ahok menjanjikan uang bantuan bulanan untuk istri Dennis yang saat ini sedang hamil.

"Nanti keluarganya, selama belum bekerja karena istrinya hamil, akan kami berikan santunan bulanan," kata Ahok.

Ahok datang sekitar pukul 15.52 WIB dengan menumpang Toyota Innova Hitam. Mengenakan batik cokelat lengan panjang, Ahok menyusuri gang kecil menuju rumah duka di Jalan Rawa Sengon RT 02 RW 022 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Sambutan riuh warga menyambut Ahok tiba di rumah duka. Tiba di rumah duka, Ahok langsung menemui istri korban, Erlyn Benu. Ahok meminta agar istri pasukan oranye ini sabar dan ikhlas atas kepergian Dennis.

"Sabar ya, Bu. Tabah ya," singkat Ahok.

"Iya, Pak Ahok. Terima kasih banyak pak sudah mau ke sini," jawab Erlyn.

Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Utara Satriadi mengatakan, Dennis ditemukan sudah tak bernyawa oleh petugas TIM SAR gabungan di Kali Sunter sekitar pukul 11.45 WIB. "Tadi ditemukan di aliran Kali Sunter, Jembatan Plumpang, Semper. Sudah meninggal," kata Satriadi saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta Utara, Rabu tanggal 22/2/2017.

Dia melanjutkan, saat ditemukan, Dennis masih mengenakan pakaian tugas dan beberapa alat kebersihan yang terkait di badannya. Peristiwa pengangkatan jasad korban dari Kali Sunter pun mengundang haru dari petugas gabungan dan warga yang melihatnya. "Ya masih menempel semua, pakaian sama tadi ada alat-alat kebersihannya," tambah Satriadi.

Dari penuturan saksi di lokasi, saat itu Dennis baru berangkat dari rumah untuk menjalankan tugasnya menangani banjir di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun saat mencoba melintasi jembatan besi di kali tersebut dengan menaiki motor Denis justru terpeleset.

Humas Polres Jakarta Utara Kompol Sungkono mengatakan, dari laporan anggotanya di lokasi, Denis sebagai pasukan oranye saat itu tengah terlihat menggambar aliran di Kali Sunter. Hal itu biasanya dilakukan sebelum melakukan pembersihan.

"Saat itu korban sedang melaksanakan tugas pengambilan gambar di area Kali Betik. Saat hendak menyeberangi jembatan besi Kali Betik korban terpeleset ke Kali Betik. Korban naik sepeda motor saat menyeberangi jembatan," ujar Sungkono. - Ahok Berikan Bantuan Dan Tunjangan Untuk Keluarga Pasukan Orange Yang Meninggal Saat Bertugas

Senin, 13 Februari 2017

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi DKI Jakarta secara resmi telah menerima laporan dana kampanye dari ketiga pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta periode 2017-2022. Dari data diperoleh, tercatat ketiga pasangan calon masing-masing menerima dana sumbangan kampanye di atas Rp 60 Miliar.

Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Ketiga Pasangan Cagub DKI Jakarta
Berdasarkan penelusuran merdeka.com, terdapat banyak fakta menarik dari laporan ketiga pasangan calon tersebut. Untuk kampanye, Agus Harimurti Yudhoyono- Sylviana Murni mengeluarkan dana sebesar Rp 68.953.462.051, Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat menghabiskan dana sebesar Rp 53.696.961.113 dan Anies Baswedan- Sandiaga Uno menghabiskan dana sebesar Rp 64.719.656.703.

Pasangan Cagub Cawagub DKI Jakarta nomor 3 Anies Baswedan-Sandiaga Uno mendapatkan dana kampanye sebesar Rp 65,2 miliar. Keduanya menghabiskan Rp 64,7 miliar selama penyelenggaraan Pilgub DKI Jakarta 2017. Mayoritas dana atau 98 persen berasal dari pribadi Sandiaga Uno sebesar Rp 62,8 M. Sementara Anies Rp 400 juta. Gabungan Partai Politik sebesar 2 persen Rp 1,1 M dan sumbangan 1 persen atau Rp 0,9 M.

Total pengeluaran untuk kampanye Anies-Sandiaga selama 4 bulan sebanyak Rp 64,7 miliar. Biaya yang paling besar adalah untuk penyebaran bahan kampanye Rp 19,2 miliar atau 30 persen dari total anggaran. Rincian pengeluaran paling besar untuk bahan kampanye adalah pembuatan kaos. Anies-Sandi mengeluarkan Rp 15 Miliar lebih untuk membuat kaos kampanye.

Pengeluaran lainnya adalah untuk kegiatan yang tidak melanggar Rp 19 miliar, pertemuan tatap muka Rp 11,7 miliar, rapat umum Rp 6,5 miliar lain-lain pengeluaran operasi Rp 2,9 miliar. Selain itu pertemuan terbatas memakan biaya Rp 2,3 miliar, pembelian peralatan Rp 1,3 miliar, pembuatan iklan media Rp 615 juta dan alat peraga Rp 426 juta.

Sementara itu, Bendahara Tim Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki T Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Charles Honoris memastikan dana kampanye sebesar Rp 60,1 miliar tidak ada sumbangan dari partai pengusung. Charles mengatakan dana kegiatan kampanye yang dilakukan partai pengusung bersifat internal dan tidak terkait dengan kegiatan tim pemenangan.

"Ya kalau pun partai melakukan kegiatan-kegiatan pemenangan tentunya itu kegiatan partai ya. Karena partai tidak disetor ke kami," kata Charles di Rumah Pemenangan, Jalan Borobudur Nomor 18, Jakarta, Minggu.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, dana yang telah dihimpun tersebut belum habis digunakan untuk kampanye. Rencananya, dana lebih tersebut akan ditransfer ke rekening negara. "Mungkin kita akan berikan Rp 4 miliar lebih ke kas negara," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat.

Tercatat, total sumbangan dana yang diterima pasangan Agus-Sylvi mencapai Rp 68 Miliar lebih. Dari dana kampanye tersebut, dana yang tersisa sekitar Rp 15 jutaan.

"Kita menyerahkan laporan jumlah sumbangan dan pengeluaran. Total sumbangan yang kita terima itu Rp 68 miliar dan pengeluaran Rp 68 miliar. Saldo yang ada itu di rekening bank itu Rp 1 juta dan cash Rp 14 jutaan lah sisanya," terang bendahara umum tim pemenangan Agus-Sylvi, Gatot Suwondo, saat berada di Kantor KPUD DKI Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat.

Gatot menambahkan, kontribusi terbesar bagi dana kampanye Agus-Sylvi berasal dari sumbangan kelompok masyarakat. Kelompok misalnya ada kelompok pasar, pedagang, dan asosiasi. Sedangkan sisanya didapat dari sumbangan perorangan.

"Sumbangan yang diterima itu Paslon Agus-Sylvi itu total menyumbangkan Rp 430 juta. Dari DPD partai pendukung itu masing-masing Rp 350 juta sehingga totalnya Rp 3 miliar. Terus dari individu sebanyak 43 orang jumlahnya Rp 6,6 miliar," kata Gatot.

Dia menuturkan, yang paling banyak memang dari kelompok. Ada 109 kelompok dengan total jumlah Rp 52,5 miliar dan 13 badan usaha sebanyak Rp 6,3 miliar. Jadi 76 persen sumbangan dari kelompok. - Laporan Dana Kampanye Dari Ketiga Pasangan Calon Gubernur DKI Jakarta

Kamis, 05 Januari 2017

Setelah Didepak Dari Demokrat, Hasnaeni Kini Berbalik Mendukung Ahok Dipilgub 2017

Setelah Didepak Dari Demokrat, Hasnaeni Kini Berbalik Mendukung Ahok Dipilgub 2017 - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mendadak dapat dukungan dari Hasnaeni. Nama Hasnaeni memang tidak asing. Wanita kerap mengkritik Ahok ini memutuskan beri dukung usai didepak Partai Demokrat. Perempuan kerap disapa Wanita Emas ini mengatakan, mendukung Ahok lantaran dianggap sudah mampu menyelesaikan masalah ibu kota. Terlebih kini rumahnya berada di Kemang, Jakarta Selatan, tak lagi banjir.

Wanita Emas, Hasnaeni Bersama Ahok dan Djarot
Wanita Emas, Hasnaeni Bersama Ahok dan Djarot
Diri nya Yang sekarang dengan jelas mendukung calon gubernur menyelesaikan persoalan yang ada di DKI. Yang jelas rumah saya enggak banjir lagi. Dan Alhamdulillah saya jalan ke Monas, tidak ada satu bijipun sampah. Saya melihat jalan di taman, sangat bersih berkat Pak Ahok, tutur Hasnaeni di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat

Bahkan, perempuan yang mengenakan hijab putih itu mengaku berdebar-debar saat mengetahui paras Ahok yang ternyata tampan. "Saya berhadapan dengan Pak Ahok sampai deg-degan saking gantengnya. Belum pernah deg-degan kaya gini," terang Hasnaeni. Hasnaeni sendiri di kenal merupakan salah satu yang sering memberikan komentar yang negatif kepada Ahok ketika diri nya masih di Demokrat.

Hasnaeni sempat menceritakan keluhan salah satu pendukungnya terhadap kinerja Ahok. Bahwa sebenarnya ada beberapa pendukungnya menyayangkan mengapa Partai Demokrat tidak mengusungnya sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Mungkin karena itulah wanita yang memiliki julukan Wanita Emas tersebut membelot dan berbalik mendukung Ahok di pilgub DKI Jakarta 2017 mendatang.

"Waktu saya jalan di Blok M, saya mau ke toilet ketemu tukang parkir, sayang saya enggak didukung Partai Demokrat. Katanya kasihan ibu Hasnaeni, padahal ibu yang punya terminal di Blok M dan semua terminal di Jakarta," tuturnya. - Setelah Didepak Dari Demokrat, Hasnaeni Kini Berbalik Mendukung Ahok Dipilgub 2017

Selasa, 20 Desember 2016

Akibat Kasus Penistaan Agama, Ahok Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Gubernur DKI

Akibat Kasus Penistaan Agama, Ahok Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Gubernur DKI - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menyurati Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menentukan kejelasan status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok diberhentikan sementara sebagai Gubernur DKI Jakarta atau tidak karena menjadi terdakwa dalam kasus dugaan penistaan agama. Menanggapi hal tersebut, Ahok mengaku akan menunggu putusan hakim.

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
"Saya enggak tahu, makanya tunggu aja. Keputusan hakim bisa besok, bisa juga 10 Januari," kata Ahok, di Gedung Smesco, Jakarta. Pemberhentian sementara tersebut dilakukan jika ancaman hukumannya di atas lima tahun. Jika di bawah lima tahun, maka tidak perlu berhenti. Kemendagri tidak bisa memproses jika tidak ada surat dari pengadilan.

"Kalau yang diputuskan di bawah empat tahun kan enggak perlu non aktif. Enggak tahu saya, ikuti aturan aja," kata Ahok.

Adapun pemberhentian sementara itu bertujuan agar kepala daerah tersebut bisa fokus pada persoalan hukum yang sedang dijalaninya dan tidak mengambil kebijakan dalam pemerintahan. Pemberhentian sementara ini berlaku hingga ada putusan yang berkekuatan hukum tetap. Nantinya wakil gubernur yang akan menggantikan menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur.

Sebelumnya, sidang perdana kasus dugaan penodaan agama digelar di Gedung eks Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Selasa (13/12/2016). Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP. Dalam dakwaannya, JPU menyebut perbuatan Ahok telah menghina para ulama dan agama.

Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Hasoloan Sianturi mengatakan, PN Jakarta Utara telah membalas surat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait permintaan kejelasan status terdakwa Ahok dalam kasus dugaan penodaan agama.

Surat dari Ditjen Otda Kemendagri diterima PN Jakarta Utara pada 16 Desember 2016. Hasoloan menegaskan bahwa surat tersebut telah dibalas namun dirinya tidak mengetahui secara pasti mengenai isi surat balasan tersebut.

"Jadi saya dengar kemarin kan diantar langsung oleh staf otonomi daerah, kabarnya juga akan diambil oleh mereka. Apakah sudah diambil atau belum (suratnya), saya belum tahu," ujar Hasoloan - Akibat Kasus Penistaan Agama, Ahok Bakal Diberhentikan Sementara Sebagai Gubernur DKI

Selasa, 13 Desember 2016

Pelukan Sang Kakak Angkat Untuk Menguatkan Ahok Seusai Sidang

Pelukan Sang Kakak Angkat Untuk Menguatkan Ahok Seusai Sidang - Gubernur DKI Jakarta non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menjalani sidang perdana kasus dugaan penodaan agama yang didakwakan kepadanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang digelar di bekas gedung PN Jakarta Pusat di Jalan Gajah Mada, Selasa Kemarin. Dalam Sidang, Ahok juga memberikan nota keberatan kepada Hakim bahwa dirinya telah melakukan penistaan agama.

Ahok Yang Di Peluk Kakak Angkat Nya Seusai Sidang
Ahok Yang Di Peluk Kakak Angkat Nya Seusai Sidang
Seusai sidang, Ahok masuk ke sebuah ruangan di gedung pengadilan itu. Dalam foto tersebut memperlihatkan Ahok dengan raut wajah sedih dan kepala agak menunduk dipeluk seorang perempuan berjilbab dari belakang. Perempuan itu tidak lain adalah kakak angkatnya, Nana Riwayatie. Raut wajah Nana juga tak berbeda dengan Ahok yang menunjukkan kesedihan. Ahok tampak memegang tangan kakak angkatnya itu.

Pada saat membacakan eksepsi atau nota keberatan, Ahok juga tak kuasa menahan tangis saat bercerita tentang kedekatannya dengan keluarga angkatnya yang Muslim. Dalam nota keberatannya, Ahok mengatakan, dalam kehidupan pribadinya, dia banyak berinteraksi dengan teman-temannya yang beragama Islam.

Selain itu, kata Ahok, dia juga memiliki keluarga angkat, yaitu keluaga almarhum Baso Amir, yang merupakan keluarga Muslim yang taat. Oleh karena itu, Ahok menegaskan bahwa diri nya tidak pernah melakukan penistaan agama seperti yang di tuduhkan kepada nya. Ahok juga mengatakan bahwa melakukan penisataan agama sama saja diri nya telah menghina keluarga angkat nya yang menyayangi dirinya.

Ahok juga mengatakan bahwa ia belajar dari guru-gurunya yang beragama Islam dari kelas I SD sampai III SMP. "Saya tahu harus menghormati ayat suci Al Quran," kata Ahok di hadapan majelis hakim. - Pelukan Sang Kakak Angkat Untuk Menguatkan Ahok Seusai Sidang

Kamis, 08 Desember 2016

Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri

Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan adanya berita bohong alias hoax yang menyudutkan dirinya. Hoax itu bertemakan Pilgub DKI 2017. "Saya melihat ada beberapa berita hoax untuk menyudutkan saya akhir-akhir ini," kata Tito.

Kapolri Jendral Tito Karnavian
Kapolri Jendral Tito Karnavian
Hoax tersebut ada yang berbentuk gambar 'slideshow' presentasi. Dia menyebut gambar itu tak jelas sumbernya. Ada pula kabar bohong yang menyebut Tito memerintahkan jajarannya memeriksa senior PAN Amien Rais. "Seperti slide isi arahan saya yang tidak benar dan tidak jelas sumbernya juga seolah-olah ada perintah saya untuk memeriksa Pak Amien Rais. Padahal tidak ada perintah saya," kata Tito.

Soal hubungannya dengan bakal calon gubernur petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), itu tak lebih dari jalinan profesional saja. Sebagaimana diketahui, Tito pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Ahok adalah Gubernur DKI.

"Terutama terkait masalah Gubernur Ahok. Hubungan saya sebatas profesional sebagai Kapolda dan Gubernur di tahun 2015," kata Tito.

Hubungan itu memang perlu dijalin baik supaya rakyat Jakarta tidak dirugikan. Lebih dari itu, Tito mengimbau agar masyarakat lebih bijaksana menyikapi informasi-informasi berseliweran yang banyak di antaranya sebagai kabar kabur. Hoax semacam itu bisa saja viral dan disebar via media sosial yang siapapun boleh memanfaatkannya.

"Apalagi di musim politik Pilkada ini. Medsos digunakan sebagai instrumen serangan udara, baik untuk mengangkat elektabilitas paslon maupun menyerang pesaing atau pihak lain yang kurang disukai. Mari kita gunakan cara damai, cerdas, demokratis, dan tanpa kekerasan atau ancaman untuk menunjukkan bahwa bangsa kita adalah bangsa beradab yang sudah dewasa dalam berdemokrasi," tandas Tito.

Dalam hoax yang beredar, terlihat slide show berjudul "Arahan Kapolri". Isinya ada 14 poin, yakni terkait dengan Pilgub DKI. - Munculnya Berita Hoax Tentang Pemeriksaan Amien Rais Oleh Kapolri

Rabu, 16 November 2016

Ahok Di Tetap Kan Sebagai Tersangka Oleh Bareskrim Dalam Kasus Penistaan Agama

Ahok Di Tetap Kan Sebagai Tersangka Oleh Bareskrim Dalam Kasus Penistaan Agama - Bareskrim Polri akhir nya mengeluarkan keputusan dan menetapkan Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok Sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama. Penetapan tersangka dilakukan oleh Bareskrim Polri setelah melakukan gelar perkara secara terbuka di Mabes Polri kemarin. Kabareskrim Komjen Ari Dono mengatakan bahwa penetapan Ahok sebagai tersangka masih belum bulat dan hanya sebagai pendapat, oleh karena itu harus di putuskan oleh pengadilan langsung.

Dengan adanya keputusan langsung dari Mabes Polri, maka perkara Ahok akan di tingkat kan ke tahap penyidikan. Kini Ahok telah di tetapkan sebagai tersangka berdasarkan pasal 156 a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Pasal 28 ayat 2 dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Berikut video dari Bareskrim saat membacakan keputusan tersebut.


Setelah penetapan tersangka kepada Ahok, dan Ahok sendiri juga akan mengajukan banding ke pengadilan tinggi. - Ahok Di Tetap Kan Sebagai Tersangka Oleh Bareskrim Dalam Kasus Penistaan Agama

Jumat, 11 November 2016

SBY Di Laporkan Oleh Alumni HMI Ke Bareskrim Terkait Pernyataan Nya Yang Dianggap Menghasut

SBY Di Laporkan Oleh Alumni HMI Ke Bareskrim Terkait Pernyataan Nya Yang  Dianggap Menghasut  - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilaporkan Forum Silaturahmi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lintas Generasi ke Bareskrim Polri, Jakarta. Demokrat langsung bereaksi terhadap laporan tersebut. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syariefuddin Hasan menduga, ada kesalahan persepsi sehingga ada pelaporan itu.

Para Alumni HMI
Para Alumni HMI
Pernyataan yang disampaikan SBY beberapa waktu lalu, terkait demo dan kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menurut dia, dalam konteks mengingatkan pemerintah. "Justru Pak SBY mengingatkan pemerintah. Kalau ditafsirkan berbeda ya itu hak mereka menyimpulkan demikian. Tapi intinya mengingatkan," kata Syarief.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo menilai, laporan tersebut belum tentu diterima legal standing-nya. Sebab, secara resmi hanya dikenal 2 organisasi HMI, dan pengurus aktif, yaitu Pengurus Besar HMI (PB HMI) dan alumni resmi, yaitu Korps Alumni HMI (KAHMI).

Demokrat pun berencana melaporkan balik pelapor yang melaporkan SBY ke Bareskrim Polri. "Besok (Jumat) akan ada sikap resmi dari Tim Advokasi, ditangani langsung Pak Amir Syamsuddin," kata Roy. SBY dianggap melakukan tindak pidana penghasutan saat menyampaikan keterangan di kediamannya di Cikeas, Bogor.

Saat itu, Presiden keenam RI itu menyikapi aksi unjuk rasa sejumlah ormas Islam yang mendesak proses hukum terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Koordinator Forum Silaturahmi Alumni HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien, menduga, pidato SBY tersebut mengandung hasutan dan kebencian. - SBY Di Laporkan Oleh Alumni HMI Ke Bareskrim Terkait Pernyataan Nya Yang  Dianggap Menghasut

Rabu, 21 September 2016

Syarat Megawati Kepada Ahok Setelah Di Calonkan PDI-P Di Pilgub DKI 2017

Syarat Megawati Kepada Ahok Setelah Di Calonkan PDI-P Di Pilgub DKI 2017 - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri telah memutuskan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat sebagai bakal calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta yang akan di dukung oleh PDI-P. Namun di balik dukungan nya tersebut, ternyata Megawati meminta syarat kepada ahok agar partainya diposisikan sebagai partai pengusung utama mereka sebagai bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilgub 2017 yang akan datang.

Ahok Beserta Megawati Soekarnoputri
Ahok Beserta Megawati Soekarnoputri

Syarat yang di minta kepada Ahok juga telah di setujui oleh Ahok. Sebelum PDI-P bergabung, Ahok telah di dukung oleh tiga partai politik yakni Hanura, Nasdem, dan Golkar. Baik dari ketiga partai pendukung Ahok tersebut juga tidak keberatan apabila PDI-P menjadi partai pengusung. Partai Golkar juga mendukung keputusan dari PDI-Perjuangan yang telah mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakil nya Djarot Syaiful Hidayat dalam pilkada DKI Jakarta.

Sekjen Golkar Idrus Marham menilai pasangan Ahok-Djarot dapat melanjutkan kebijakan yang telah direncanakan untuk pembangunan ibu kota. "Saya kira bagus dong. Artinya PDIP sejalan dengan pikiran Golkar bahwa pasangan yang bagus itu jangan dibongkar-bongkar," kata Idrus di Gedung DPR, Jakarta. Idrus mengatakan bergabungnya PDI Perjuangan dengan barisan pendukung Ahok tidak memiliki masalah.
Sebab, barisan pendukung Ahok bertujuan untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Ia pun tak mempermasalahkan adanya perombakan tim sukses Ahok yang sudah terbentuk. Tim pemenangan terdiri dari Golkar, Hanura, NasDem dan Teman Ahok. "Kenapa susah-susah? yang penting menang. Andaikata kita tidak kerja sudah menang, orang kerja bagus kan. Tetapi kan tidak begitu, namanya politik ada kebersamaan, sinergitas, koordinasi, kita tidak boleh terlalu over confidence juga karena politik itu dinamis" imbuhnya.

Sebagai koalisi pendukung, Partai Hanura, Nasdem dan juga Golkar akan sama-sama berjuang untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot hingga final. Ketiga partai tersebut bersama dengan PDI-Perjuangan beserta juga Teman Ahok akan terus mengawal jalan nya pilkada dari awal hingga akhir. - Syarat Megawati Kepada Ahok Setelah Di Calonkan PDI-P Di Pilgub DKI 2017





Sabtu, 27 Agustus 2016

Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat

Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul datang ke posko tim pemenang kandidat calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), padahal Ruhut baru saja di copot dari jabatan nya sebagai koordinator juru bicara Partai Demokrat. Dengan kedatangan Ruhut ke posko tim pemenang Ahok memunculkan banyak isu-isu tak sedap, terdengar kabar angin bahwa ini sebagai bentuk perlawanan Ruhut kepada Demokrat karena telah menonaktifkan diri nya sebagai juru bicara dari Partai Demokrat.

Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul
Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul

Kedatangan Ruhut ke posko pemenang Ahok juga tanpa memiliki ijin dari partai Demokrat dan diri nya mengaku tidak takut menerima sangsi pencopotan langsung dari partai nya hanya karena diri nya mendukung Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Sejak di nonaktifkan sebagai koordinator juru bicara, Ruhut sudah tidak peduli lagi akan sanksi-sanksi yang akan di terimanya terkait dengan sikap pribadi nya untuk terus maju mendukung Ahok dan apabila di perkenankan Ruhut juga siap bergabung untuk menjadi tim sukses Ahok nanti nya.

Ruhut menjelaskan kedatangan dirinya ke posko pemenang Ahok di karena kan adanya undangan untuk dirinya agar datang ke posko tersebut, Ruhut merasa harus memenuhi undangan tersebut untuk menghadiri nya. Hingga saat ini, Ketua Umum Partai Demokrat masih belum mengeluarkan pernyataan maupun keputusan terkait tindakan pribadi yang di lakukan oleh Ruhut untuk mendukung Ahok di PilGub nanti nya.

Dia juga berujar dan meyakinkannya menang di kontestasi politik biasanya bakalan benar-benar menang, meski kadang keyakinannya berbeda dengan partai Demokrat. Dia juga mencontohkan saat dia maju untuk mendukung Jokowi untuk menjadi presiden, dan ternyata memang Jokowi benar-benar menang dalam Pilpres 2014 yang lalu. Namun sikapnya kali ini untuk mendukung Ahok menjadi Gubernur merupakan sikap pribadi nya dan bukan merupakan sikap dari Partai Demokrat.

 Ruhut sendiri mengaku belum mengetahui bahwa Partai Demokrat akan mendukung siapa di Pilgub DKI 2017 nanti nya. Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono juga sudah di tanyainya soal siapa yang akan di dukung oleh Demokrat, namun SBY hanya menyuruh Ruhut untuk bersabar karena Demokrat belum bisa memutuskan secara pasti siapa calon yang akan di dukung nanti. - Ruhut Sitompul Datang Ke Posko Pemenang Ahok Mengisyaratkan Menantang Balik Demokrat

Selasa, 23 Agustus 2016

Habiburokhman Menantang Ahok Untuk Debat Di MK

Habiburokhman Menantang Ahok Untuk Debat Di MK - Secara mengejutkan bahwa Ahok di tantang oleh Habiburokhman untuk melakukan debat panjang di Mahkamah Konstitusi (MK). Sebelum nya, Ahok dan Habiburokhman sudah sering terjadi perdebatan dan selaku Ahok yang menjadi sasaran kritik dari Habiburokhman, tak hanya melalukan kritikan kepada Ahok, diri nya juga kerap melayangkan kata-kata yang pedas terkait kinerja dari Basuki Tjahaja Purnama, alias AHOK selaku sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Pengacara Sekaligus Politisi Gerindra Habiburokhman
Pengacara Sekaligus Politisi Gerindra Habiburokhman

Habiburokhman juga sering terlibat argrumen dengan Ahok baik itu melalui media masa maupun melalui media elektronik. Bahkan Habiburokhman sendiri sebelum nya juga pernah berjanji akan terjun dari monas apabila Teman Ahok yang saat itu sedang berjuang menggumpulkan KTP bisa mencapai target 1 juta KTP. Namun di saat target tersebut tercapai, Habiburokhman justru berkhilah bahwa diri nya hanya memberikan waktu selama seminggu saja sehingga apa yang telah di ucapkan tidak akan dia lakukan.

Kini Habiburokhman kembali memperdebatkan masalah tentang keharusan cuti Gubernur petahana yang memberikan cuti kepada setiap Gubernur yang menjabat. Akibat perdebatan tersebut membuat Ahok menjadi berang sehingga melaporkan masalah tersebut ke Mahkamah Konstitusi. Ahok yang merasa selalu di sudutkan oleh Habiburokhman ini membuat Ahok merasa tertantang tentang dengan tantangan dari Habiburokhman dan mengaku siap kapan saja dan dimana saja.

Pengacara dan sekaligus politisi dari gerindra ini memang memiliki perasaan tidak suka kepada Ahok dan selalu menentang semua kebijakan yang di lakukan oleh Ahok selaku sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ada nya dugaan ketidak sukaan diri nya kepada Ahok di karena kan keluar nya Ahok dari Gerindra dan serta tidak suka melihat sikap arogan dari Ahok.

Karena alasan tersebut lah membuat Habiburokhman ingin melakukan debat panjang di Mahkamah Konstitusi untuk membuktikan siapa yang lebih tahu dan lebih baik untuk menjalankan visi misi di DKI Jakarta sebagai Gubernur. - Habiburokhman Menantang Ahok Untuk Debat Di MK

Minggu, 14 Agustus 2016

Lieus Sungkharisma Menyatakan Posisi Ahok Sudah Di Ujung Tanduk

Lieus Sungkharisma Menyatakan Posisi Ahok Sudah Di Ujung Tanduk - Koordinator Komunitas Tionghua Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma mengatakan bahwa posisi Ahok untuk maju dalam Pilgub 2017 nanti sudah berada dalam situasi yang memprihatinkan. Hal tersebut dapat dilihat dari batal nya Ahok untuk maju sebagai cagub dan wagub melalui jalur perorangan atau jalur independent. Menurut Leus, Ahok yang sebelum nya berkoar-koar dan di gadang-gadang akan maju lewat jalur independent setelah mendapatkan 1 juta KTP tersebut ternyata hanya isapan jempol belaka.

Koordinator Komunitas Tionghua Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma
Koordinator Komunitas Tionghua Anti Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma

Dia menduga bahwa Ahok sudah merasa takut kalah dalam Pilgub 2017 nanti apabila maju melalui jalur perorangan, oleh karena itu Ahok langsung melakukan manuver untuk maju melalui jalur partai. Menurut Lieus banyak nya dugaan KTP palsu yang di kumpulkan oleh Teman Ahok menjadi salah satu pemicu Ahok tidak mau maju lewat jalur perorangan seperti yang sudah di rencana kan sebelum nya bersama Teman Ahok. Lieus menilai bahwa Ahok hanya mencari alasan-alasan saja untuk meninggalkan Teman Ahok yang telah berjuang menggumpulkan KTP untuk Ahok.

Tindakan manuver yang dilakukan oleh Ahok membuat Lieus merasa sedih karena Ahok di nilai sangat tidak menghargai kerja keras Teman Ahok yang menggumpulkan KTP untuk Ahok agar bisa maju melalui jalur independent. Dari hal tersebut dapat di lihat bahwa Ahok sangat tidak memiliki konsisten dalam pengambilan keputusan untuk maju dalam pemilihan Gubernur yang akan datang.
Ahok di nilai tidak ingin mengambil resiko kalah dalam pertarungan Pilgub nanti nya lewat jalur perorangan.

Oleh karena itu Ahok langsung beralih maju lewat jalur partai. Adapun saat ini sudah ada beberapa parpol yang bersedia untuk mendukung Ahok untuk maju dalam pilgub nanti yaitu Golkar, Nasdem, dan partai Hanura. Namun baru-baru ini juga di kabarkan bahwa partai PDI-P sudah menyatakan bahwa mereka sedang bersiap-siap juga untuk mendukung Ahok maju sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 nanti.

Lieus menilai bahwa semua yang di lakukan oleh Ahok untuk maju lewat parpol karena posisi Ahok kian terancam untuk menang kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta periode ke dua. Lieus juga menyatakan bahwa diri nya akan tetap terus melakukan segala upaya agar Ahok kalah dalam pemilihan Gubernur nanti nya. - Lieus Sungkharisma Menyatakan Posisi Ahok Sudah Di Ujung Tanduk



Sabtu, 30 Juli 2016

Habib Rizieq Kembali Mengancam Ahok Dengan Kerusuhan Di Tanjung Balai

Habib Rizieq Kembali Mengancam Ahok Dengan Kerusuhan Di Tanjung Balai - Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab kembali angkat bicara tentang kerusuhan dan pembakaran vihara yang terjadi di kota Tanjung Balai, Sumatera Utara kemarin. Habib Rizieq mengatakan bahwa itu hanya sebagian kecil tindakan yang di lakukan apabila menentang dan terus melakukan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam. Kasus yang terjadi di Tanjung Balai kemarin merupakan tindakan yang sangat tidak terpuji karena bukan hanya menghancurkan vihara, namun massa juga membakar vihara yang menjadi tempat ibadah bagi umat Buddha.

Imam Besar Front Pembela Islam FPI
Imam Besar Front Pembela Islam FPI

Terjadi nya kerusuhan di Tanjung Balai tersebut di picu dari seorang ibu yang merasa terganggu dengan suara adzan dari mesjid di depan rumah nya, kemudian ibu tersebut mendatangi mesjid tersebut untuk menyuruh agar suara speaker yang di gunakan untuk beribadah di kecilkan suara nya. Akibat tindakan ibu tersebut, banyak warga muslim yang kemudian terselut amarah nya tentang perbuatan ibu tersebut kemudian massa mulai berkumpul dan melakukan pengerusakan yang di sertai pembakaran vihara di kota Tanjung Balai.

Tak tanggung-tanggung, hingga hari ini sudah 6 vihara yang di rusak dan di bakar oleh massa. seluruh vihara tersebut hancur porak poranda. Namun massa tidak juga melakukan penjarahan di beberapa toko yang berada di kota Tanjung Balai tersebut sehingga membuat para pemilik toko pasrah dan tidak berani melawan di karena kan jumlah massa yang begitu banyak. Atas tindakan yang di lakukan oleh massa, kini banyak kecaman yang mengutuk perbuatan tersebut karena di anggap akan memicu ketidak harmonisan antar suku dan umat beragama.

Akibat kejadian pembakaran dan pengerusakan yang terjadi di Tanjung Balai, Habib Rizieq juga kembali mengingat kan Ahok agar lebih berhati-hati dalam bertindak dan berbicara apabila tidak ingin melihat kerusuhan yang terjadi di Tanjung Balai juga terjadi di Jakarta. Menurut Habib Rizieq, tindakan yang di lakukan oleh massa di Tanjung Balai sudah benar dan harus di dukung agar seluruh rakyat indonesia yang khusus nya muslim bisa lebih di hormati khusus nya di Indonesia.

Massa yang menggamuk di Tanjung Balai adalah seluruh masyarakat muslim yang tersulut amarah nya ketika di protes oleh seorang ibu saat melakukan sholat adzan. Tak hanya itu, massa juga sebelum nya ingin membakar dan menghakimi ibu tersebut namun hal tersebut masih bisa di relai oleh warga sekitar. Namun imbas nya banyak vihara yang menjadi korban pembakaran yang di lakukan oleh massa. Akibat tindakan yang di lakukan massa, banyak penduduk yang menggungsi keluar dari kota Tanjung Balai untuk menghindari terjadi nya kerusuhan susulan di kota tersebut. - Habib Rizieq Kembali Mengancam Ahok Dengan Kerusuhan Di Tanjungbalai